Menteri Anies Ajak Anak Isi Liburan Sambil Belajar Bersama Maestro

Menteri Anies Ajak Anak Isi Liburan Sambil Belajar Bersama Maestro

Dhani Irawan - detikNews
Jumat, 12 Jun 2015 19:28 WIB
Menteri Anies Ajak Anak Isi Liburan Sambil Belajar Bersama Maestro
Foto: Dhani Irawan
Jakarta - Mendikbud Anies Baswedan mengajak siswa-siswi SMA kelas X dan XI untuk memanfaatkan waktu liburnya dengan kegiatan bertajuk Belajar Bersama Maestro (BBM). Kegiatan ini dimaksudkan untuk merangsang kreativitas anak di bidang kesenian.

Para siswa-siswi dalam kegiatan nantinya akan mempelajari aneka kegiatan kesenian bersama 10 maestro yang akan menjadi mentor mereka. Kemendikbud akan menyeleksi para peserta dan kegiatan itu sendiri tak dipungut biaya.

"‎Saya sampaikan apresiasi, ada 10 maestro yang bersedia terlibat dalam kegiatan ini. Begitu banyak catatan sejarah di mana anak-anak‎ berinteraksi dengan seseorang yang pada orang itu menempel akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa, dan interaksi itu bisa berdampak luar biasa‎," kata Anies di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2015).

Kesepuluh maestro itu adalah I Nyoman Nuarta (Patung), Tan De Seng (Musik), Mang Udjo (Musik‎), Supadminingtyas (Sinden), Nasirun (Lukis), Didik Nini Towok (Tari), Irawati Durban (Tari), Aditya Gumay (Teater), Purwacaraka (Komposer) dan Gilang Ramadhan (Musik). Hanya sembilan maestro yang hadir di lokasi sedangkan Didik Nini Towok berhalangan.

Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan menyebutkan kegiatan itu nantinya akan dilakukan di kediaman masing-masing maestro yaitu di Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan Solo. Beberapa persyaratan pun telah ditentukan oleh Kemendikbud.

"Untuk anggarannya disediakan Rp 1 miliar‎. Teknisnya nanti mereka akan ke tempat masing-masing maestro. Jadi tidak dikumpulkan," ucap Kacung.

Persyaratan yang harus dipenuhi yaitu calon peserta harus berasal dari siswa-siswa SMA/SMK di Indonesia, memiliki kompetensi di bidang budaya khususnya kesenian dibuktikan dengan melampirkan sertifikat/video/foto, harus aktif berorganisasi di bidang seni.

Kegiatan akan berlangsung selama liburan sekolah yaitu dari 21-30 Juni 2015. Sementara pendaftaran sendiri telah dibuka dari 28 Mei sampai 14 Juni 2015 secara online di situs Kemendikbud.

‎"Jadi mereka akan pulang mendapatkan pengalaman yang luar biasa, mendapatkan inspirasi. Itu yang tidak bisa dikerjakan di ruang kelas tapi perlu interaksi dengan orang yang luar biasa. Nantinya juga kita harap mereka akan menularkan ini ke sekelilingnya. Akan menjadi addicted tetapi addicted yang positif," ujar Anies.

Anies menyebut kegiatan seperti ini sebenarnya sudah berlangsung tetapi dari masing-masing pelaku seni. Nantinya mantan Rektor Universitas Paramadina itu ingin kegiatan itu terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak maestro.

"Negara bisa memfasilitasi‎. Ini akan menjadi pesan bahwa negara pemerintah dalam hal ini bukan saja ingin mengembangkan bidang-bidang yang sudah biasa, tapi pemerintah ingin mendorong karya-karya seni dari generasi baru Indonesia," tegas Anies.

‎Salah satu maestro yang hadir yaitu Gilang Ramadhan menuturkan bahwa pengalamannya keliling daerah menunjukkan bahwa anak muda sekarang gengsi untuk memamerkan kesenian daerahnya. Hal itu padahal penting untuk menunjukkan jati diri mereka.

"Kalau saya dari pengalaman dari keliling daerah, ya sepertinya anak-anak daerah mulai gengsi untuk memainkan kesenian daerah mereka. Setidak-tidaknya mereka mempunyai jati diri yang lebih dalam lagi," kata Gilang.

Sementara Irawati Durban menyebut bahwa manusia harus kreatif dan berkreasi. Menurut Irawati, kesenian tidak akan terbentuk apabila manusianya sendiri tidak berkarya.

‎"Penggerak menjadi manusia cerdas, manusia berkreatif dan kreasi, disitulah sumber daya manusia dituangkan pada seninya menghasilkan keindahan," tutur Irawati.‎

(dha/fdn)


Berita Terkait