Ini Amanat Kapolri untuk Kapolda dan Perwira Tinggi yang Dilantik

Ini Amanat Kapolri untuk Kapolda dan Perwira Tinggi yang Dilantik

Idham Khalid - detikNews
Jumat, 12 Jun 2015 15:18 WIB
Ini Amanat Kapolri untuk Kapolda dan Perwira Tinggi yang Dilantik
Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyampaikan amanatnya dengan rinci pada pelantikan dan serah terima jabatan 8 Kapolda dan 6 pejabat utama Polri. Kapolri memberikan pesan berbeda kepada masing-masing perwira tinggi.

Kapolri mulanya menjabarkan sejumlah keberhasilan pencapaian, permasalahan serta tantangan yang akan dihadapi Polri. Selanjutnya Badrodin menyampaikan amanat kepada As Ops Kapolri yang dijabat Irjen Unggung Cahyono.

"Kepada As Ops Kapolri, kita akan memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri,  persiapkan dengan sebaik mungkin terutama Operasi Ketupat, upaya kelancaran arus mudik dan arus balik, tentu tantangan ini setiap tahun sama tetapi lokasi dan dimensinya berbeda, persiapkan dengan sebaiknya," kata Badrodin di R‎upatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel Jumat(12/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Irjen Unggung juga diminta mempersiapkan pengamanan Pilkada serentak yang akan digelar di  269 kabupaten kota dan provinsi pada Desember 2015.

"Harus dipersiapkan dari awal berbagai persoalan-persoalan yang ‎harus kita antisipasi gangguan Kamtibmas dan lainnya," ujar Badrodin.

Sedangkan untuk Asisten SDM Kapolri, Irjen Sabar Rahardji, Badrodin mengingatkan ‎bahwa Polri sedang melakukan rekruitmen baik perwira, bintara, maupun tamtama. Untuk itu, Badrodin meminta perekrutan itu dilakukan dengan sebaik-baiknya.

"Jangan adalagi pameo-pameo negatif yang menjadi label di dalam rekrutmen polri. Oleh karena itu saya minta ini dibenahi, diperbaiki, dan terus dimonitor pelaksanaannya. Karena rekrutmen ini menjadi gerbang untuk memperbaiki Polri secara keseluruhan," ujarnya.

"Yang kedua, kita harus siapkan juga berbagai perangkat pelaksanaan quick win, yaitu pelaksanaan pengangkatan jabatan secara terbuka, ini harus kita kalukan pada tahun ini, Harus siapkan berbagai perangkat pengangkatan jabatan secara terbuka, siapkan juga perangkat lunak untuk rekrutmen itu," sambungnya.

Sementara kepada Asisten Perencanaan (Asrena), Irjen Arif Wachyunadi, Badrodin menyoroti soal perencanaan anggaran 2016. Badrodin meminta penyusunan perencanaan itu tidak dilakukan dengan 'copy paste'.

"Kita sedang bicarakan anggaran tahun 2016, dalam pagu indikatif meningkat cukup besar dan signifikan. Saya minta rencanakan kegiatan dan anggaran 2016 pada fokus-fokus yang menjadi prioritas pembangunan nasional. Jangan dilakukan melalui copy paste! Harus dievaluasi, program yang tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan Polri hendaknya dikaji," tuturnya.

Untuk Kadiv Propam Irjen Raden Budi Winarso, Kapolri berpesan, sebagai penegak disiplin, Div Propam memiliki peran strategis untuk mendeteksi dini terjadinya penyimpangan-penyimpangan anggota tersebut.

"Selama ini Polri masih dapat persepsi buruk dalam upaya menciptakan good and clear government, penyimpangan-penyimpangan itu segera dilakukan pembersihan sesuai yang ditetapkan pemerintah. Ada beberapa hal yang dilakukan untuk polisi bersih, Ini prioritas yang harus dilakukan baik oleh tingkat mabes maupun satuan kewilayahan," tegasnya.

Sedangkan untuk Kadiv TI Brigjen Machfud Arifin, Badrodin mengingat bahwa Polri saat ini sedang membuat 'blue print' semua aplikasi IT sehingga seluruhnya bisa terkoneksi dan efisien penggunaannya.

"Program yang sedang berjalan harus dilanjutkan tanpa ada gangguan‎," kata Badrodin.

Untuk Kadiv Hukum Irjen Mochamad Iriawan, Badrodin menyampaikan bahwa Polri sedang menghadapi beberapa permasalahan hukum baik praperadilan, gugatan perdata dan berbagai RUU seperti KUHP, KUHAP, serta rencana revisi UU Polri.

"Kegiatan dan pekerjaan ini memerlukan konsentrasi dan team work yang baik. Untuk itu, Segera konsolidasikan tim untuk mempersiapkan berbagai masalah hukum," ucapnya.

‎Sementara itu, untuk delapan Kapolda yang dilantik, Badrodin berpesan agar program prioritas polri dan agenda-agenda yang telah disampaikan dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing.

"Setiap Polda memang memiliki tekanan tak sama, dalam kesempatan ini saya tekankan untuk dapat melaksanakan apa yang kami sampaikan dalam fit and proper test lalu. Terutama mengevaluasi program 100 hari yang dalam waktu dekat akan kita laporkan," ujar Badrodin.

Sementara kepada Eks As SDM Irjen Haka Astana dan eks Kadiv TI Irjen Ahmad Hidayat yang akan memasuki masa pensiun, Badrodin menyampaikan penghargaan setingginya atas loyalitas selama masa pengabdian di Polri.

"Pengabdian tak bisa berhenti, bisa alih ke tugas yang lain. Oleh karena itu, saya harapkan masukan-masukan terhadap polri," pungkas Badrodin.

(idh/fdn)


Berita Terkait