Β
"Hidungnya berdarah karena Angel itu suka mimisan, ibu saya tidak pernah ringan tangan terhadap kami," tulis anak Margriet dalam fanpage "Find Angeline - Bali's Child Missing" yang dikelolanya.
Tulisan itu untuk menjawab pertanyaan seorang facebooker yang membaca di media bahwa Angeline hidungnya pernah berdarah karena dipukul. Tanya jawab itu termuat pada 19 Mei 2015 atau 3 hari setelah Angeline dinyatakan hilang.
Dalam jawaban itu, anak Margriet juga berharap polisi segera tuntas menguak kasus tersebut.
"Dan saya harap pun polisi dapat menyusut soal ini supaya bisa dibuktikan mama saya orang yg sangat sayang sama anak2nya dan mendidik kami supaya jadi orang2 yg bertanggung jawab," tulisnya.
Pada 4 Juni 2015, seorang Facebooker juga menanyakan tentang kabar di media tentang hidung Angeline yang berdarah karena pukulan.
Atas pertanyaan berbahasa Inggris itu, anak Margriet menyebut bahwa kabar itu salah. Dia menulis bahwa Angeline kadang mimisan pada pukul 12 siang dan 4 sore saat hawa di luar sedang panas.
"Ibu kami menyuruh dia (Angeline) untuk berbaring dan menengadahkan kepalanya," tulisnya dalam bahasa Inggris.
Margriet memiliki dua anak yang telah dewasa yaitu Yvonne dan Christina. Keduanya juga telah diperiksa polisi sebagai saksi sesaat setelah polisi menemukan jasad Angeline. Diketahui,Yvonne selama ini hidup berbeda rumah dengan ibunya, sedang Christina menetap di AS. Christina pulang ke Bali akhir Mei lalu.
(nrl/nrl)










































