Menhub Kritik Kapal Penolong Saat Simulasi Kebakaran Kapal

Menhub Kritik Kapal Penolong Saat Simulasi Kebakaran Kapal

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 12 Jun 2015 12:05 WIB
Menhub Kritik Kapal Penolong Saat Simulasi Kebakaran Kapal
Foto: Angling/detikcom
Semarang, - Acara Kampanye Keselamatan Pelayaran dan Peringatan Hari Pelaut Sedunia yang digelar di Dermaga Samudera Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dilengkapi simulasi evakuasi kebakaran kapal. Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan berharap simulasi serupa sering dilakukan.

Kapal Kirana 1 PT Darma Lautan Utama diceritakan mengalami kebakaran di bagian belakang saat akan merapat ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Saat api masih belum besar para kru berusaha memadamkan dan ada yang mengevakuasi penumpang menggunakan sekoci.

Sementara itu Nahkoda kapal meminta bantuan ke berbagai pihak berwenang dan pemilik kapal. Tidak lama kemudian kapal-kapal penolong datang termasuk kapal tunda dan KN. Sadewa milik Basarnas.

Dalam simulasi, digambarkan Kapal Kirana 1 tidak bisa diselamatkan sehingga banyak penumpang yang memilih terjun ke laut. Kru kemudian melemparkan pelampung dan segera meninggalkan kapal. Evakuasi penumpang diteruskan di darat dengan membawa mereka ke rumah sakit rujukan dengan ambulance yang sudah bersiaga.

Menhub, Ignasius Jonan menilai latihan serupa setidaknya dilakukan tiga bulan sekali karena selama ini hanya digelar setahun sekali. Hal itu dimaksudkan agar penanganan dan koordinasi cepat dilakukan jika peristiwa benar-benar terjadi.

"Saya kira begini, simulasi jangan setahun sekali, harusnya tiga bulan skali. Kalau tidak latihan terlena, kalau kejadian bingung," kata Jonan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (12/6/2015).

Namun ada satu yang jadi perhatian Jonan dalam simulasi tersebut, yaitu kapal tunda yang menyemburkan air ke arah sumber api. Kapal tersebut berada di belakang kapal Kirana 1, namun semburannya tidak sampai ke api.

"Tadi kapal tunda itu nyemprot apa kayak keicing, enggak apa-apa biar masuk TV," ujarnya diikuti tawa wartawan.

Menurutnya antisipasi kecelakaan di laut perlu lebih diperhatikan karena dari data yang ada, tahun 2014 lalu terdapat 450 insiden dan kecelakaan laut.

"Tahun ini sampai bulan Mei lalu ada 50 kejadian," tandasnya.

Menanggapi tingginya angka kecelakaan di laut, Jonan menegaskan dirinya sudah berkoordinasi kepada berbagai pihak termasuk memperingatkan Syahbandar agar tidak gampang mengelurakan izin berlayar kapal tanpa diteliti lebih dahulu.

"Saya sudah kemukakan kepada pak Ditjen, coba usahakan zero accident atau yang penting tidak boleh accident korban manusia. Saya minta semua bertanggung jawab melepas kapal jangan asal tanda tangan. Kalau tanda tangan ada syahbandar, orangnya juga harus ada kecuali ada kegiatan dan harus didelegasikan, tapi kan itu tidak setiap hari," terang saat menjadi inspektur upacara.

"Kalau insiden dan accident masih terus (banyak) nanti kepala seksi dan operasi saya suruh tes lagi ke Sorong," imbuh mantan Dirut PT KAI itu.

(alg/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads