Kisah Mama Angkat Sejak Angeline Hilang Hingga Pergi untuk Selamanya

Kisah Mama Angkat Sejak Angeline Hilang Hingga Pergi untuk Selamanya

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 12 Jun 2015 10:57 WIB
Kisah Mama Angkat Sejak Angeline Hilang Hingga Pergi untuk Selamanya
Jakarta - Pencarian Margriet Megawe menemukan anak angkatnya, Angeline (8), telah berakhir. Angeline yang diasuh Margriet sejak berusia tiga hari itu kini telah tiada setelah dibunuh dan diperkosa Agustinus Tai Hamdamai (25).

Angeline merupakan anak angkat Margriet yang bersuamikan orang kulit putih yang sudah meninggal dunia 3 tahun lalu. Dia hilang sejak 16 Mei. Poster-poster hilangnya Angeline disebar oleh kakak angkatnya, Yvonne. Bahkan, Yvonne mengelola page di Facebook bertajuk "Find Angeline - Bali's Missing Child.

Kasus ini menarik perhatian banyak kalangan, termasuk MenPAN RB Yuddy Chrisnandi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise sempat mengunjungi rumah Margriet. Namun kunjungan kedua menteri itu ditolak keluarga Angeline. Di page Facebook, keluarga Magriet menyangkal pihaknya menolak kedatangan menteri tersebut. Ketika Menteri Yuddi datang, Magriet memilih berdiam diri dalam rumah. Sedangkan ketika Menteri Yohana bertandang, Margriet mengaku tidak enak badan dan beristirahat di rumah anaknya di Canggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena kasus ini menjadi isu nasional, polisi Bali tak surut mencari Angeline. Margriet bahkan pernah menangis saat polisi dan tokoh masyarakat bersama-sama mencari Angeline dan menyusuri jalan dari rumah Angeline ke sekolah.

Hingga akhirnya, polisi menemukan jasad Angeline terkubur di dekat kandang ayam di bawah tumpukan sampah di pekarangan rumahnya. Di kuburannya yang hanya setengah meter, ditemukan juga bed cover, tali dan boneka.

Angeline dibunuh oleh Agus, pembantu Margriet. Agus bahkan tega memperkosa bocah cantik berambut panjang itu di kamarnya. Angeline sempat memanggil Margriet sebelum dihabisi Agus. Saat kejadian, Margriet ada di dalam rumah. Namun, panggilan itu tidak terdengar oleh Margriet hingga nyawa Angeline melayang.

Margriet kemudian diamankan polisi saat berbelanja di supermarket. Ia dan anaknya mengaku tidak tahu Angeline dikubur di dekat kandang ayam miliknya. Ia terus dimintai keterangan secara intensif oleh aparat kepolisian. Statusnya masih sebagai saksi. Margriet sangat kooperatif menjalani pemeriksaan.

Begini 5 kisah tentang Margriet:

1. Panggilan Tak Terjawab


'Mama' adalah kata terakhir yang diteriakkan Angeline saat ketakutan menghadapi aksi Agustinus Tai Hamdamai (25) yang menguncinya di kamar.

Teriakan itu diceritakan oleh pengacara tersangka Agus, Haposan Sihombing, yang ikut dalam proses prarekonstruksi, Kamis (11/6/2015) siang. Haposan yang ditunjuk oleh Polresta Denpasar untuk mendampingi Agus menceritakan perbuatan keji Agus dilakukan pukul 13.00 Wita pada Sabtu (16/5), hari di mana Angeline dilaporkan hilang.

"Tersangka memanggil korban Angeline, terus menyuruh masuk ke kamar tersangka di bagian samping rumah. Setelah itu tersangka langsung mengunci pintu, Angeline takut dan mau keluar kamar tapi dihalangi korban, Angeline berteriak memanggil kata-kata mama," ucap Haposan kepada detikcom, Kamis (11/6/2015).

Setelah itu Agus mendorong Angeline hingga terjatuh ke lantai. Angeline yang mencoba berteriak membuat Agus kalap dan membenturkan kepala Angeline ke tembok lalu mencekik leher Angeline dengan kedua tangannya.

"Tersangka juga menggebuk punggung dan menginjak Angeline. Korban berontak, dibenturkan kepalanya ke tembok," ujarnya.

"Setelah lemas dan tak bergerak apa yang menjadi niatnya tersangka itu ... memperkosa Angeline," katanya.

Setelah itu, Agus keluar dari kamar dan mengambil seprai dari lemari yang berada di pintu samping kamar ibu angkat Angeline, Margriet Megawe. Seprei berwarna putih itu digunakan untuk membungkus Angeline.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Margriet keluar dari kamarnya dan mencari Angeline. Dia memanggil-manggil namun tak ada jawaban. Akhirnya Margriet memanggil Agus untuk mencari Angeline ke rumah tetangga.

"Dia suruh tersangka mencari dan tersangka masih menyembunyikan Angeline di kamar," ucap Haposan.

Malam hari sekitar pukul 20.00 Wita saat suasana sepi Agus mengeluarkan tubuh Angeline dari kamarnya dan menguburkan di pekarangan rumah dekat kandang ayam untuk menghilangkan jejak.

"Saya lihat TKP itu ada kandang ayam, baunya juga menyengat. Kalau tidak ada bau kandang ayam itu mungkin bisa ketahuan cepat," katanya.

2. Diamankan di Supermarket

Polisi menjemput Margriet saat dia belanja di sebuah supermarket di Denpasar setelah polisi memeriksa rumahnya dan menemukan jasad Angeline pada Rabu 10 Juni 2015.

"Ibu angkatnya diamankan saat di supermarket. Pada saat itu memang dia tidak ada di rumah. Kita lakukan pelacakan dia sedang belanja di sana," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Heri Wiyanto kepada detikcom, Rabu (10/6/2015).

Heri mengatakan saat diamankan, Margriet tidak tahu jika polisi sudah menemukan Angeline yang terkubur di dekat kandang ayam di pekarangan rumahnya di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar.

Heri menyebut, Magriet belanja kebutuhan sehari-hari dan tidak dalam kondisi menghindari polisi.

Selain Margriet, polisi juga mengamankan anak Margriet, Yvon. Keduanya dibawa ke Polresta Depasar untuk diperiksa.

"Dia tidak tahu (jenazah Angeline telah ditemukan polisi). Kami juga mengamankan kakak angkatnya di Denpasar, Yvon," ucapnya.

Selain Margriet dan Yvonne, polisi juga sudah mengamankan dua orang yang kos di rumah tersebut dan satpam rumah Angeline.


3. Diperiksa Intensif

Polisi melakukan pemeriksaan maraton pada Margriet, ibu angkat Angeline dan anaknya. Setelah sejak pagi, Kamis (11/6) pemeriksaan dilakukan di Mapolresta Denpasar, kini dilanjutkan di Mapolda Bali.

β€œKami pindahkan ke Mapolda Bali pagi ini. Ibu dan anaknya itu,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Heri Wiyanto, Jumat (12/6/2015).

Dia menjelaskan, Margriet dan anaknya masih berstatus saksi. Pihak kepolisian tidak sembarang menetapkan tersangka karena harus berdasarkan bukti.

β€œKami kan melihat bukti, kami masih meminta keterangan,” jelas dia.

Ibu angkat Angeline dan yang lainnya masih berstatus saksi.

"Kami masih terus periksa ibu angkat dan kedua anaknya hingga saat ini," ujar dia.

Di lain pihak, Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie menuturkan bahwa pihak kepolisian tidak akan berhenti melakukan pemeriksaan terhadap ibu angkat korban dan saksi lainnya terkait kasus pembunuhan Angeline. Namun, pihak meminta masyarakat bersabar dengan proses yang ada.

"Masyarakat tidak perlu khawatir apa yang jadi keterangan AG dan saksi jadi bahan juga untuk menanyakan orang yang sementara ini kita curigai dan lakukan pemeriksaan termasuk ibu M dan dua anaknya serta satpam yang jaga rumah," terang Ronny.

Seperti diketahui, Agustinus sudah ditetapkan polisi menjadi tersangka dan sudah ditahan. Dirinya dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

4. Alasan Tolak Dua Menteri

Magriet punya alasan khusus mengapa tak menemui MenPAN RB Yuddy Chrisnandi dan Menteri PPA Yohana Yembise.

"Ya karena sebenarnya ketika pertama kali Pak Sirait (Arist Merdeka Sirait) dari Komnas itu datang dia datang membawa wartawan. Saya terima, persilakan masuk. Saya tunjukkan gambar. Lalu kemudian yang muncul keesokan harinya semua kok jadi menghina-hina saya. Saya jadi trauma," kata Magriet Megawe dalam wawancara live dengan TvOne, Sabtu (6/6/2015) petang.

Oleh karena itu, ketika Menteri Yuddi datang pada hari Jumat kemarin, Magriet memilih berdiam diri dalam rumah. Sedangkan ketika Menteri Yohana bertandang pada pagi tadi, Magriet sedang berada di rumah anaknya yang ada di Canggu.

"Saya sedang tidak enak badan. Saya beristirahat di rumah anak saya di Canggu. Saya sudah pergi sebelum ibu menteri datang," kata Magriet.

Dalam kesempatan ini, Magriet juga membantah menelantarkan Angeline. Bahkan menurutnya, dia selalu memberikan menu makanan terbaik untuk bocah delapan tahun. Magriet juga membantah isu miring seputar warisan.

Sebelumnya, Menteri Yohana Yembise merasa tak habis pikir dengan sikap Magriet yang tak ada di rumah saat sang menteri berkunjung. Padahal, pihak kementerian sudah memberitahu Menteri Yohana akan mendatangi rumah tersebut.

"Saya jadi curiga ini kenapa ibunya tidak ada di rumah. Kami sudah memberi tahu akan datang, lalu malah katanya dia pergi sejak jam 10 malam kemarin," kata Yohana.

5. Tangisan Mencurigakan

Misteri keberadaan Angeline terjawab, polisi menemukan bocah cantik itu tewas terkubur di pekarangan rumah dekat kandang ayam. Kecurigaan polisi terhadap lokasi ditemukannya jasad Angeline berdasarkan beberapa hal, salah satunya tangisan ibu angkat Angeline.

Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie menceritakan kecurigaan soal tangisan itu didapatnya saat polisi dan tokoh masyarakat bersama-sama mencari Angeline dan menyusuri jalan dari rumah Angeline ke sekolah. Saat itu Ronny melihat ibu angkat Angeline, Margriet Mendawa, sempat menangis namun ada yang mencurigakan.

"Ibunya kan sempat nangis-nangis tuh, kecurigaan saya tetap ada. Tapi sebagai seorang penyidik saya tahu cara apa yang harus saya lakukan. Dan yang utama saya itu mencari Angeline terlebih dahulu," terang Ronny.

Polisi juga sudah melakukan pencarian ke rumah orang tua angkat Angeline yang merupakan rumah Margriet di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar, Bali, hingga 2 kali namun tak membuahkan hasil. Setelah melakukan evaluasi penyelidikan awal, Ronny meminta kepada anggotanya untuk mencari lagi ke rumah Angeline.

"Karena dari beberapa hal ada yang mencurigakan," jelasnya.

Setelah pencarian ketiga di rumah itu hari ini, polisi berhasil menemukan jasad Angeline terkubur di dekat kandang ayam di bawah tumpukan sampah di pekarangan rumahnya. Di kuburannya yang hanya setengah meter, ditemukan juga bed cover, tali dan boneka. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum diketahui siapa yang membunuh Angeline.

Angeline merupakan anak angkat Margriet Mendawa yang bersuamikan orang kulit putih yang sudah meninggal 3 tahun lalu. Dia hilang sejak 16 Mei. Poster-poster hilangnya Angeline disebar oleh kakak angkatnya. Kakak angkatnya juga mengelola fanpage di Facebook "Find Angeline-Bali's Missing Child". Namun tak dinyana Angeline ternyata ditemukan di area rumahnya sendiri.

Ketika pencarian Angeline dilakukan hari ini, Margriet dan anaknya tidak ada di rumah. Polisi lantas mencari keduanya dan memintai keterangan ke kantor polisi. Polisi juga memintai keterangan satpam, dua pembantu dan dua orang yang indekos.

Halaman 2 dari 6
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads