"Polemik kemarin harus disudahi dan islah harus tetap dijalankan," kata Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/6/2015).
Priyo mengatakan, islah yang digagas Jusuf Kalla itu harus dihormati kedua belah pihak. Jika islah tak tercapai, maka Partai Golkar tak bisa ikut Pilkada yang resikonya sangat besar baik bagi partai maupun kepentingan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya kata Priyo, jika islah tercapai dan Pilkada bisa diikuti oleh Partai Golkar atas kesepakatan kubu Aburizal dan Agung Laksono, maka bisa menjadi awal yang baik untuk islah yang permanen sebelum Munas 2016.
"Memang masih ada beberapa perdebatan, tapi jangan menghalangi kita. Misal mekanisme penjaringan kepala daerah seperti apa, kemudian mekanisme survei, dan yang krusial siapa yang berhak teken persetujuan karena proses pencalonan di bawah yang sahkan DPP. Kalau sambil jalan bisa diselesaikan, saya kira baik," tutur politisi yang 17 tahun duduk di DPR itu.
"Jadi mohon semua pihak termasuk pemerintah, aparat, termasuk kami, harus kedepankan wisdom. Polemik kemarin harus disudahi dan islah harus tetap jalan," tegasnya. (bal/ega)
