Para pelayat ini berdatangan setelah mengetahui kabar kematian Angeline (8) dari pemberitaan sejumlah media massa.
"Saudara, tetangga, kerabat, perangkat desa, pak camat datang kesini untuk ikut bela sungkawa," kata Misyah di rumah duka, Kamis (11/6/2015).
Sembari memeluk Aisyah (2) adik kandung Angeline, sang nenek sesekali terlihat meneteskan air mata. Pihak keluarga mengaku sangat terpukul atas kasus yang menimpa cucu nya tersebut. Pasalnya selama ini keluarga di Banyuwangi belum pernah bertemu dengan Angeline. Besar harapan dari pihak keluarga supaya jenazah Angeline bisa segera dipulangkan untuk dimakamkan. Sejak umur 3 hari Angeline diadopsi karena orangtuanya tak mampu membayar persalinan.
Kasus ini juga menyita perhatian dari pihak pemerintah setempat. Tak hanya ungkapan bela sungkawa, ambulans untuk jenazah Angeline hingga proses kelancaran pemakaman akan dibantu sepenuhnya oleh Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu membawa pulang jenazah Angeline dari Bali ke Banyuwangi. Anas juga melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Bali, Dinas Sosial, Camat Glenmore (kecamatan tempat keluarga), dan pihak kepolisian.
Meski saat ini Anas sedang dinas luar kota, ia telah memastikan jika pihak kepolisian hingga operator penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk akan membantu kelancaran penyeberangan ke Banyuwangi. Lalu pihak perangkat desa di Glenmore juga sudah disiapkan untuk membantu mengurus persiapan kedatangan jenazah di Dusun Tulungrejo, Wadungpal, Glenmore, Banyuwangi.
"Iya, barusan saya telpon camat, untuk mastikan sudah ke rumah keluarga, pak kades dan camat ke keluarga. Sekarang kirim bunga belasungkawa ke rumah keluarga di tulungrejo, beras, gula dan minyak goreng," pungkasnya.
(ndr/ndr)











































