Menurut Ahok, perombakan ala dirinya mungkin dinilai menguntungkan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang rajin.
"Kalau sudzon, saya mengatakan mereka itu sengaja mainin mundurin. Masih ada kelompok orang yang masih membela teman-temannya. Ada sekelompok orang melihat reformasi yang kita lakukan ini untungkan yang rajin, yang jujur. Yang nggak rajin kan akan terus berusaha agar yang bagus ini berhenti," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, mungkin Senin atau tanggal 15. Makanya saya minta mau pertengahan ini," sebut mantan Bupati Belitung Timur itu.
Dalam seleksi pejabat eselon II ini dicari 30 calon. Tapi, Ahok menegaskan tidak akan mengacu dari hasil penilaian sebelum tahapan wawancara. Lebih baik, kata Ahok, dirinya langsung bertemu dengan mewancarai para peserta seleksi itu.
"Nilainya jelek-jelek semua kok hasil tesnya. Makanya sekarang saya nggak mau nilai jelek deh. Enggak penting nilai. Kan semua sarjana, nggak mungkin bodoh. Saya mau ketemu saja, lihat rekam jejaknya," ujarnya.
Lanjutnya, jika memang para peserta seleksi ini memiliki keinginan sama dengan Ahok, maka akan paham dan ikutin perkembangan berita terkait dirinya di media massa.
"Kalau mereka PNS yang benar, setiap kali saya ngomong kan kalian catat di online. Kalau PNS yang bener, kira-kira dia ikutin berita saya nggak? Pasti ikutin. Jadi mestinya mereka sudah ngerti, saya mau ke mana. Mau ngarahkan ke mana," ujarnya.
"Nggak tahu, tergantung minum obat saja nanti. Pokoknya kalian bisa lihat saja, bersih nggak bersihnya, dan macam-macam bisa kelihatan," tandasnya. (hat/mok)











































