Ahok Nilai Ada Oknum Hambat Proses Perombakan Eselon II

Ahok Nilai Ada Oknum Hambat Proses Perombakan Eselon II

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 11 Jun 2015 15:55 WIB
Ahok Nilai Ada Oknum Hambat Proses Perombakan Eselon II
Jakarta - Proses perombakan pejabat eselon II yang sudah disiapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhambat karena. Ahok menilai ada oknum yang memperlambat dan mengulur-ulur waktu agar perombakan ini tak berjalan.

Menurut Ahok, perombakan ala dirinya mungkin dinilai menguntungkan bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang rajin.

"Kalau sudzon, saya mengatakan mereka itu sengaja mainin mundurin. Masih ada kelompok orang yang masih membela teman-temannya. Ada sekelompok orang melihat reformasi yang kita lakukan ini untungkan yang rajin, yang jujur. Yang nggak rajin kan akan terus berusaha agar yang bagus ini berhenti," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan proses seleksi terhadap pejabat eselon II yang baru ini masuk tahap interview. Ahok meminta tahapan interview bisa dipercepat pada pertengahan Juni atau pekan depan. Seharusnya, Ahok sudah bisa melakukan wawancara terhadap para peserta.

"Ya, mungkin Senin atau tanggal 15. Makanya saya minta mau pertengahan ini," sebut mantan Bupati Belitung Timur itu.

Dalam seleksi pejabat eselon II ini dicari 30 calon. Tapi, Ahok menegaskan tidak akan mengacu dari hasil penilaian sebelum tahapan wawancara. Lebih baik, kata Ahok, dirinya langsung bertemu dengan mewancarai para peserta seleksi itu.

"Nilainya jelek-jelek semua kok hasil tesnya. Makanya sekarang saya nggak mau nilai jelek deh. Enggak penting nilai. Kan semua sarjana, nggak mungkin bodoh. Saya mau ketemu saja, lihat rekam jejaknya," ujarnya.

Lanjutnya, jika memang para peserta seleksi ini memiliki keinginan sama dengan Ahok, maka akan paham dan ikutin perkembangan berita terkait dirinya di media massa.

"Kalau mereka PNS yang benar, setiap kali saya ngomong kan kalian catat di online. Kalau PNS yang bener, kira-kira dia ikutin berita saya nggak? Pasti ikutin. Jadi mestinya mereka sudah ngerti, saya mau ke mana. Mau ngarahkan ke mana," ujarnya.

"Nggak tahu, tergantung minum obat saja nanti. Pokoknya kalian bisa lihat saja, bersih nggak bersihnya, dan macam-macam bisa kelihatan," tandasnya. (hat/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads