Β
Lahan tersebut merupakan hibah dari Pemda DIY yang jika dinilai mencapai Rp 45 miliar. Namun karena hibah, maka tinggal mempergunakan. Sementara untuk nilai kontrak pembangunan gedung DPD ini mencapai Rp 21 miliar.
Pembangunan gedung diawali dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua DPD RI Irman Gusman, Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dan lain-lain. Gedung DPD RI diharapkan bisa menjadi rumah rakyat untuk dialog menyampaikan aspirasi dan berkantornya para senator.
Ketua DPD RI Irman Gusman mengatakan gedung DPD RI tersebut dibangun bukan sekadar hanya gedung, tetapi dibangun sebagai simbol perjuangan reformasi yang masih terus dilakukan. Karena DPD memegang amanah reformasi untuk untuk membangun daerah.
"Pembangunan gedung ini sebagai langkah awal untuk menata kembali dalam kehidupan bernegara kita. Gedung dibangun sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing," kata Irman Gusman pada pelatakan batu pertama pembangunan gedung DPD RI di jalan Kusumanegara Yogyakarta, Kamis (11/6/2015).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap agar gedung DPD ini benar-benar menjadi rumah bagi masyarakat. Menjadi tempat untuk menyalurkan aspirasi atau harapan-harapan bagi kesejahteraan masyarakat atau masalah-masalah pemerintahan. Rumah DPD ini diharapkan mudah diakses tanpa harus dengan prosedur yang berbelit.
"Rumah DPD agar mudah dicapai tanpa prosedur beberbelit, sehingga mudahkan bagi siapaun untuk datang. Komunikasi DPD pada warga juga bisa lebih sering. Kehadiran DPD ini diharapkan bisa memberikan warna aspirasi yang ada di daerah," kata Sultan HB X.
Pada pembangunan gedung DPD RI ini, Sultan HB X minta agar ada lambang motif batik sebagai identitas di Yogyakarta. Meski gedung dibangun dengan karakteristik Yogya, tetapi dengan ada tambahan motif batik identitas menjadi lebih jelas.
(rul/try)











































