Buat Pemudik, Masih Ada Jalan Berlubang di Jalur Tengah Sumedang

Jalur Mudik 2015

Buat Pemudik, Masih Ada Jalan Berlubang di Jalur Tengah Sumedang

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 11 Jun 2015 14:47 WIB
Buat Pemudik, Masih Ada Jalan Berlubang di Jalur Tengah Sumedang
Sumedang - Masih terdapat lubang-lubang jalanan yang bakal dilewati arus mudik 2015, salah satunya di Sumedang, Jawa Barat. Jalanan ini termasuk jalur tengah bagi para pemudik.

Ini terlihat ketika pengendara berjalan dari arah Cirebon ke barat, Kamis (11/6/2015). Melewati Jalan Imam Bonjol‎, Cirebon, Jawa Barat, aspal masih cukup mulus.

Kerusakan jalan kemudian ditemui begitu memasuki Dusun Sukaresmi, Desa Tolengas, Tomo, Sumedang‎, Jawa Barat, tepatnya di depan Madrasah Aliyah Plus Muftahun Jannah. Jalanan dengan aspal rusak ditemui sepanjang 200 meter.

Empat alat berat termasuk stoom walls (penghalus pengerjaan aspal jalan) masih terparkir di pinggir jalan, lengkap dengan beberapa tumpukan material. Penduduk sekitar mengatakan para tukang sedang beristirahat sejenak.

Panas, debu berterbangan, dan laju kendaraan yang terganggu, begitulah yang dirasakan ketika melintasi jalan ini. Tentu pengendara harus berhati-hati.‎

Pengendara menemui kerusakan jalan lagi di depan Jembatan Timbang Tomo, sekitar 500 meter dari lokasi kerusakan jalan yang disebut pertama. Di depan jembatan timbang tersebut, truk-truk melintas dengan melambatkan lajunya di atas jalanan hancur. Nampak lima orang petugas Dinas Perhubungan yang mengatur jalan.

"Ini sudah mulai diperbaiki sekarang, mulai dari bagian yang ke arah sana (barat). Ini jalan provinsi, yang berwenang adalah Dinas," kata salah seorang karyawan berseragam Dinas Perhubungan biru laut di lokasi.

Melaju lagi sekitar tujuh kilometer ke arah barat, ditemui lagi kerusakan jalan. ‎Nampak belasan pekerja memperbaiki jalanan ini. Laju truk-truk besar, mobil, bercampur motor menjadi tersendat.

Kemacetan arah Cirebon terjadi sepanjang 200 meter di titik ini. Nampak tiga orang remaja yang mengatur jalan sambil mengibarkan bendera merah.

Selepas titik itu, sekitar setengah jam perjalanan‎ dengan laju rata-rata 60 km/jam, jalanan rusak tampil lagi di depan Masjid Raya Nyalindung. Tambalah jalan di di titik ini nampak terkelupas, padahal ini merupakan tikungan tanjakan-turunan.

(dnu/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini