"Tolong masyarakat sekitar juga turut saling memonitor, apabila ada tanda-tanda anak-anak yang punya mungkin perbedaan-perbedaan atau kelainan, kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2015).
Seperti pada kasus yang menimpa Angelina, lanjut Anton, berdasarkan keterangan dari gurunya, Angeline dalam kehidupan sehari-hari terlihat sebagai sosok yang pemurung dan seperti mendapat tekanan.
"Nah apa bila ada hal-hal yang demikian ini harus segera berkoordinasi dengan kepolisian. Sehingga kepolisian bisa proaktif," ujarnya.
Angeline merupakan anak angkat Margriet Megawe yang bersuamikan orang kulit putih yang sudah meninggal dunia 3 tahun lalu. Angeline hilang sejak 16 Mei. Poster-poster hilangnya Angeline disebar oleh kakak angkatnya, Yvon. Bahkan dia mengelola page di Facebook bertajuk "Find Angeline - Bali Missing Child.
(idh/ndr)










































