Dari informasi yang diperoleh detikcom dari pengacara pelaku, Haposan Sihombing, Kamis (16/6/2015), pelaku Agus membunuh Angeline karena panik Angeline berteriak saat mau diperkosa. Sebelum membenturkan Angeline ke lantai, Agus mencekik bocah malang itu.
"Pada tanggal 16 Mei sekitar pukul 13.00 sudah mulai dieksekusi,” kata Haposan.
Pelaku kemudian mendorong Angeline ke lantai hingga kepalanya terbentur. Setelah tahu Angeline meninggal, pelaku memperkosa hingga mengeluarkan sperma di dalam.
Tidak lama, pelaku mendengar ibu angkat memanggil Angeline. Pelaku pura-pura mencari dan sempat mengambil seprai yang berada di samping kamar ibu angkat.
"Setelah malam pukul 20.00 dia membungkus dan mengangkat mayat. Setelah itu menguburkan di belakang kandang ayam," ujar Haposan di dekat lokasi.
"Dari adegan ini motifnya dia terdesak," tegas Haposan.
Di tempat terpisah, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Agung menuturkan ada 18 adegan prarekontruksi. "Ada 18 adegan dan untuk lebih lanjut tanya Kasat," tutupnya.
(spt/ndr)










































