Memang bukan hal yang baru jika harga-harga sembako naik pada bulan ramadan. Apalagi jika mendekati Idul Fitri. Nah di sinilah peran penting pemerintah. Harus ada pengawasan dan mungkin intervensi langsung ke pasar mengenai harga-harga.
"Pemerintah perlu terjun langsung melakukan pengawasan untuk mengendalikan harga-harga yang biasanya naik menjelang bulan puasa dan idul fitri. Pemerintah juga perlu melakukan intervensi agar dapat menstabilkan harga di pasar-pasar tradisional," kata Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar dalam keterangannya, Kamis (11/6/2015).
Yang tidak kalah penting adalah keberadaan sembako. Pemerintah harus memastikan stok pangan selama bulan ramadan tercukupi.
"Tindakan antisipasif menjadi langkah yang bijaksana, misalnya dengan melakukan penyesuaian antara produksi dengan konsumsi sembako menjelang bulan suci ramadan dan Idul Fitri. Ketersediaan harus dijamin dan jangan sampai terjadi kelangkaan sembako dan kebutuhan pangan lainnya," lanjutnya lagi.
Kebijakan operasi pasar pun, kata Cak Imin, patut dilakukan secara serentak, simultan dan antisipasif. Hal ini dilakukan untuk mencegah permainan harga yang dilakukan oleh para spekulan yang tidak bertanggung jawab.
“Tidak jarang, para spekulan memainkan harga-harga yang di luar batas kewajaran dan hal itu dilakukan untuk mengambil keuntungan besar demi kepentingan pribadi,” katanya.
Cak Imin meminta Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bulog mengawasi secara intensif distribusi kebutuhan sembako dari para petani ke distributor dan dari distributor ke pasar-pasar tradisional. Supaya tidak terjadi penyimpangan dan penimbunan oleh spekulan yang tidak bertanggung jawab.
(mok/rvk)











































