Namun kini pihak keluarga mengaku terkendala kesulitan biaya untuk melakukan pemulangan jenazah Angeline ke kampung halamannya.
Salamah yang sempat berbincang melalui telepon seluler dengan Hamidah menyatakan jika proses otopsi dinyatakan selesai, pihaknya sepakat akan memakamkan bocah perempuan berambut panjang itu di Banyuwangi. Namun niat dari pihak keluarga itu kini terkendala terkait biaya pemulangan jenazah Angeline ke kampung halamannya di Kecamatan Glenmore. Menyadari kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, pihak keluarga tak segan meminta supaya ada pihak yang mau membantu proses pemulangan jenazah Angeline.
“Ibunya (Hamidah) tadi telepon bilang meminta Angeline dimakamkan di sana (Dusun Tulungrejo) saja. Kami minta tolong supaya dibantu untuk biaya proses pemulangan jenazah Angeline, saya orang tidak mampu,” ujar Salamah lirih, Rabu (10/6/2015) malam.
Angeline yang ditemukan tewas di rumah ibu angkatnya di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali, itu sejatinya ialah anak kandung dari pasangan Rosidi dan Hamidah. Keduanya merupakan warga asli Banyuwangi yang kini sudah bercerai. Dari hasil pernikahan tersebut, pasangan suami istri ini dikaruniai tiga orang putri.
Putri pertama mereka adalah Ina (10) yang kini diasuh sang ayah. Lalu anak kedua yaitu Angeline (8) dan putri ketiga yaitu Aisyah (2) dan saat ini diasuh oleh Misyah sang nenek di Dusun Tulungrejo, Desa Wadungpal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
(rvk/rvk)











































