"Di wilayah kami, hanya Pasar Tegal Gubug saja titik macetnya," kata Kapolsek Arjawinangun Kompol Lestiawan di Pasar Induk Sandang Tegal Gubug, Tegalgubug, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (10/6/2015).
Pasar ini menjadi lokasi peninjauan potensi kemacetan arus mudik yang dilakukan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen (Pol) Condro Kirono. Saat tinjauan berlangsung, simulasi sistem 'contra flow' diberlakukan.
Nampak juga 'tolo-tolo' alias pagar bambu yang dipasang di tepian pasar yang mepet trotoar. Pemasangan tolo-tolo itu difungsikan agar pedagang dan pembeli tak mengakibatkan pasar tumpah sampai ke bahu jalan.
Aktivitas lalu-lalang masyarakat di Pasar bakal menjadi sebab kemacetan. Namun kemacetan dinyatakan Lestiawan tak akan panjang, hanya sekitar 700 meter.
"Gara-gara penyeberang jalan, dan becak yang melawan arus. Ya jelas menganggu lalu lintas," kata Lestiawan.
Solusinya, polisi akan menerapkan penarikan-penarikan arus dan contra-flow. "Atau lalu-lintas diarahkan ke Gintung, Ciwaringin," kata Lestiawan.
Namun demikian, masih terlihat lapak-lapak penjual yang menjorok ke bahu jalan. Lapak-lapak itu terbuat dari bambu. Jika tidak dibereskan, ini bisa mengganggu lalu-lintas mudik.
"Itu urusannya Pemda, bukan wilayah kita," kata Lestiawan.
(dnu/rvk)











































