Begini Modus Operandi Calo Tiket Kereta Mudik Sekarang

Begini Modus Operandi Calo Tiket Kereta Mudik Sekarang

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 20:11 WIB
Begini Modus Operandi Calo Tiket Kereta Mudik Sekarang
Jakarta - Kereta api termasuk moda transportasi favorit para pemudik. Selain bebas macet, kereta api kini nyaman, bersih, manusiawi dan harga tiketnya cukup terjangkau.

Tak heran jika banyak warga yang berebut untuk mendapatkan tiket kereta api. ‎Bahkan tak sedikit dari mereka yang memanfaatkan calo demi mendapatkan tiket kereta.

Senior Manager Corporate Communication PT KAI Daop I Bambang S Prayitno mengakui, saat ini calo tiket kereta api belum benar-benar ‎hilang. Meski sistem pembelian tiket dan pemeriksaan di stasiun cukup ketat, para calo masih saja menemukan celah.

"Sekarang mungkin dikatakan joki, bukan calo. Dan saya tidak mengatakan calo tidak ada. Karena selama ada yang butuh, calo masih terus ada," ‎terang Bambang usai diskusi buku bertajuk 'KAI Recipe: Perjalanan Transformasi Kereta Api Indonesia di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2015).

KAI, kata Bambang sengaja menerapkan peraturan pengembalian uang pembatalan tiket, 30 hari setelah pembatalan dilakukan. Sebab biasanya para calo membeli banyak tiket, kemudian dijual mahal kepada calon penumpang. Jika tidak laku, mereka langsung mengembalikan ke loket dan mendapat uang pengganti sebesar 75 persen dari harga tiket.

"Kalau seperti itu, mereka (calo) tetap untung. Itu salah satu alasan kami (memberikan uang pengembalian tiket setelah 30 hari)," ujar Bambang.

Namun para calo sekarang tak kehabisan akal. Kali ini modus mereka adalah berani membeli tiket pengembalian dari warga dengan harga 100 persen, asal ada KTP-nya. Sehingga warga tersebut tidak rugi.

"Kemudian calo ini melakukan pengembalian dan langsung dibeli lagi," terang Bambang.

Modus lain adalah dengan menggunakan gadget untuk menawarkan jasa booking tiket. Calo itu lalu menjual tiket tersebut dengan harga tinggi.

"Silakan saja lakukan jasa booking tiket. Tapi jangan di stasiun," ujarnya.

‎Sebab kata Bambang, jika ada calo yang ditemukan berkeliaran di stasiun akan ditangkap.

(kff/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads