Menurut SM Corporate Communication PT KAI Daop I, Bambang S Prayitno, PT KAI telah melakukan banyak pertimbangan hingga akhirnya menjual tiket lebaran jauh-jauh dari hari H. Salah satu alasannya adalah untuk kesiapan KAI sendiri dalam menghadapi tingginya permintaan konsumen.
"Kalau persiapan H-90, akan kelihatan seperti apa. Kira-kira kekurangan armada berapa, tujuannya kemana," kata Bambang usai diskusi buku bertajuk 'KAI Recipe: Perjalanan Transformasi Kereta Api Indonesia' di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2015).
Daop I sendiri, kata Bambang, telah menjual sebanyak 29.756 kursi untuk arus mudik. Kemudian untuk kereta tambahan, 15.148 kursi telah habis terjual. Meski demikian, jumlah kursi yang disediakan PT KAI masih belum dapat memenuhi permintaan penumpang.
"Banyak saudara kita yang tidak kebagian tiket. Oleh karena itu, kami buka tiket jauh-jauh hari agar yang tidak dapat (tiket) itu bisa mencari moda transportasi lain," terangnya.
Bambang menjelaskan, sebelumnya PT KAI menjual tiket mudik pada H-30. Namun ternyata KAI sendiri merasa kewalahan dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.
"Karena kita memang evaluasi, H-30 masih kurang. Di samping itu, dari sarana dan prasarana kita bisa evaluasi penambahan rangkaian, perbaikan prasarana dan sebagainya," tutur Bambang.
(kff/rvk)











































