"Satu-satunya yang bisa buat dia lancar dalam fit and proper test di DPR kalau dia segera mengundurkan diri sebagai ketua umum parpol dan kader parpol. Sebab mustahil kepala BIN dipimpin ketua umum parpol. Negara ini bukan negara komunis, tapi demokratis," kata Fahri Hamzah di gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/5/2015).
Fahri mengatakan dirinya tak meragukan kepribadian, kompetensi dan track record Sutiyoso untuk menduduki Kepala BIN. βNamun, adanya ikatan dengan partai politik tidak bisa diterima jika menjabat pimpinan BIN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri menambahkan, surat dari Presiden tentang pengajuan nama Sutiyoso akan dirapatkan dalam penjadwalan di Badan Musyawarah besok, kemudian surat dari Jokowi tersebut akan dibacakan di rapat paripurna. Setelah itu komisi I menggelar fit and propert test yang ujungnya kembali diumumkan di paripurna.
β"(Terkait umur) nggak masalah, justru mungkin itu yang menyebabkan intelijen kita matang. Sebab kita mau adu dia dengan CIA, Mossad, MIG dan lainnya. Maka kita perlu orang yang matang, berpengalaman dan membangun institusi intelejen lebih solid," ucap fahri.
β"Saya kira Pak Sutiyoso akan sanggup jalankan itu, tapi setelah keanggotannya di partai diakhiri," tegas politisi asal NTB itu.
(bal/van)











































