"KPPG sudah memberikan peran besar untuk Partai Golkar. Meski kader perempuan belum bisa mencapai 30 persen di DPR, paling nggak 30 persen pengurus partai golkar," ucap Ical dalam sambutannya di HUT KPPG di Hotel Royal, Kungingan, Jaksel, Rabu (10/6/2015).
Meski begitu, Ical pun berharap agar pembinaan di KPPG tidak langsung 'ngoyo' pada hal kuantitasnya. Pembinaan kualitas kader perempuan disebut Ical juga sangat diperlukan.
"Keterpilihan jumlahnya masih jauh dari angka 30 persen (di DPR), tapi kita nggak boleh berdiam diri. Perlunya keterpilihan kita harus cari perempuan. Pembinaan kualitas kader partai nggak kurang penting selain kuantitas. Agar rakyat lihat kualitas kader-kader dari perempuan nggak kalah dengan kader laki-laki, bahkan lebih baik," tutur Ical.
Senada dengan Ical, Titiek Soeharto pun berharap agar perempuan bisa memiliki peran lebih melalui partai politik. Untuk itu, kata Titiek, KPPG dengan aktif selalu memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu, khususnya yang ada di daerah.
"Harapannya KPPG selalu membantu partai terutama di daerah-daerah. Kan tombaknya ibu-ibu, karena tanpa ibu-ibu, bapaknya nggak bisa kerja juga. Kita bantu nggak hanya di rumah tapi di kantor DPD-DPD," terang Titiek di lokasi yang sama.
"Agar perempuan di daerah-daerah aktif bangun bangsa ini. Perempuan juga belajar politik, dan aktif penyuluhan-penyuluhan. Ke depannya kami harap perempuan lebih banyak berkiprah bagi bangsa," sambung Dewan Pembina KPPG itu.
Di HUT KPPG ke-13 juga turut diselenggarakan peringatan menyambut bulan suci ramadan di mana KPPG memberikan santunan kepada 300 anak yatim. Acara ini pun sekaligus memperingati milad ke-94 almarhum Presiden pertama RI, almarhum Soeharto.
"Menyambut bulan puasa kita kumpul-kumpul beri santunan ke anak yatim. Jumlahnya 300 anak dari seluruh wilayah DPD-DPD di Jakarta," tutup Titiek.
(ear/van)











































