"Setelah purna dari DPR, saya berdiskusi dengan banyak rekan-rekan. Mereka berpikir saat ini banyak tokoh muda yang roboh. Mereka berharap agar saya sebagai tokoh muda ini tak ikut tenggelam, roboh," kata Priyo sebelum diskusi 'Mencegah Kemiskinan di Tengah Kemakmuran' di Pridem Center, Jl Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2015).
Dia menambahkan ke depannya, lembaga kajian ini akan aktif menggelar diskusi dengan tokoh-tokoh untuk membicarakan isu hangat yang jadi persoalan. Salah satunya kemungkinan bisa mengundang Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
"Mungkin saja bisa nanti pak SBY diundang ke sini. Nanti ke depannya, secara berkala kita akan buat bincang-bincang. Berbagi varian memberikan solutif," tuturnya.
Merespon pernyataan Priyo, pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin memberikan apresiasi terhadap Pridem yang didirikan Priyo.
"Bagus untuk Mas Pri. Daripada memikirkan konflik Golkar, lebih baik mengurusi Pridem ini. Biarkan konflik jadi urusan pengadilan," sebutnya.
(hat/van)











































