Kabagops Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menjelaskan, data pembanding menggunakan data tahun 2013, karena pada 2014 Operasi Patuh Jaya ditiadakan lantaran tengah melaksanakan pengamanan Pemilu.
"Hasil operasi tahun 2015 ini kita bandingkan dengan 2013, ada peningkatan 130 persen atau meningkat 56.800 pelanggaran dibanding 2013," ujar Budiyanto kepada wartawan di Gedung Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, Rabu (10/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk teguran memang mengalami penurunan sebesar 36 persen atau 4.966 dibanding tahun 2013 karena kita penekanan penertiban tahun ini lebih ke tilang," tuturnya.
Dari total 100.389 pelanggar yang ditilang, polisi menyita barang bukti berupa 38.957 lembar SIM (Surat Izin Mengemudi), 60.864 lembar STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan 565 unit kendaraan baik roda dua dan roda empat.
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin Nursin mengatakan, operasi tersebut dilakasanakan dalam rangka cipta kondisi menjelang kesiapan bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri.
"Sehingga kita ingin membuat situasi keamanan, ketertiban dan kelancaran lebih kondusif terutama pada daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran," ujar Risyapudin.
Operasi Patuh Jaya digelar selama 14 hari sejak tanggal 27 Mei-9 Juni 2015. Selama operasi, polisi lebih menekankan sasaran terhadap motor dan angkutan umum dengan pelanggaran lawan arus, menaikan-menurunkan penumpang di sembarang tempat, dan lainnya. (mei/slh)











































