Pantauan di rute Ciliwung, MT Haryono hingga Jatinegara, Rabu (10/6/2015), ada sekitar 6 kelompok warga bersama Babinsa memunguti sampah baik yang ada di pinggiran maupun yang terhanyut terbawa arus. Seperti di daerah Kebon Baru, Bukit Duri, dan Kampung Melayu.
Untuk mereka yang masuk di wilayah Jaksel, mendapat rompi pelampung bewarna oranye. Sementara yang berada di wilayah Jaktim diberikan rompi pelampung bercorak loreng.
Kelompok padat karya ini tak bekerja sia-sia. Setiap harinya mereka mendapatkan uang lelah Rp 100 ribu yang diberikan melalui Koramil masing-masing. Mereka pun mengaku senang membantu untuk memelihara Kali Ciliwung.
"Saya mau bantu biar Ciliwung tambah bersih. Kemauan sendiri, tahu ada kayak gini. Dikasih Rp 50 ribu sama uang makan jadi 100 ribu. Seneng, Alhamdulillah," ujar salah seorang warga yang ikut membantu membersihkan sampah, Wahid.
Sayangnya, kata Wahid, di saat ia dan teman-temannya bekerja keras membersihkan sampah, tetap saja masih banyak warga bantaran sungai yang tetap membuang sampah ke Kali Ciliwung. Ia pun selalu berusaha mengingatkan.
"Sebenernya ada perubahan di Ciliwung, jadi lebih bersih. Tapi masih ada yang bandel, padahal udah dibersihin capek-capek. Saya bantu ingetin bu tolong jangan buang sampah sembarangan, nanti kalau ketahuan kena denda. Udah dibersihin begitu balik lagi ke sana ada lagi sampahnya. Kan kesel," keluh warga Matraman itu.
Menurut Danramil Tebet, Mayor Iswanto, jajaran Kodam Jaya wilayah Jaksel dan Jatim bersama warga membersihkan Ciliwung setiap hari Minggu sampai Kamis. Mereka bekerja bertahap. Jika titik satu sudah bersih, mereka akan pindah ke lokasi tumpukan sampah yang masih menggunung.
"Susahnya begitu kita balik ke lokasi awal sudah ada sampah lagi. Saya panggilin ketu RW nya mereka bilang bukan dari warganya yang buang, padahal sampah baru," kata Mayor Iswanto di lokasi yang sama.
Jajaran Kodam Jaya dan kelompok padat karya pun mengajak agar warga sekitar bantaran Kali Ciliwung untuk berlaku dispilin. "Mari sama-sama kita jaga Ciliwung supaya bersih. Ini kan untuk mencegah banjir juga," tutup Iswanto.
(ear/ega)











































