Sejak didirikan pasca kemerdekaan, TNI yang dulu bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) selalu dipimpin oleh perwira tinggi dari Angkatan Darat (AD). Jenderal-jenderal terbaik dari AD seperti Soedirman, Soeharto, Maraden Panggabean, Benny Moerdani hingga Wiranto menjadi orang nomor satu di TNI.
Hingga pada tahun 2002, Presiden Abdurrahman Wahid membuat gebrakan dengan melakukan rotasi jabatan Panglima TNI. Gus Dur menunjuk Laksamana Widodo AS sebagai Panglima TNI. Widodo adalah Panglima TNI pertama yang berasal dari luar lingkungan TNI AD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu yang kemudian memunculkan polemik mengenai siapa Panglima TNI pengganti Jenderal Moeldoko yang akan pensiun pada awal Agustus mendatang. Merujuk pada pola di atas, jabatan orang nomor satu di TNI merupakan jatah TNI AU. Namun Istana menyatakan posisi panglima belum tentu berasal dari AU karena itu merupakan hak prerogatif Presiden.
Sampai akhirnya, Presiden Jokowi resmi mengajukan nama KSAD Jenderal Gatot sebagai Panglima TNI ke DPR.
"Sudah terima suratnya. Hanya ada 1 nama, Pak Gatot Nurmantyo, KSAD," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).
Jalan Gatot sebagai Panglima TNI pun kemungkinan akan sangat mulus. Selama ini tidak pernah ada nama jenderal yang disorongkan Presiden namun batal jadi panglima (kecuali KSAD Ryamizard Ryacudu yang dicalonkan Megawati dan pencalonannya dibatalkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang jadi presiden selanjutnya).
(faj/nrl)










































