Dialog Ortu Selvi dalam Prosesi Sadeyan Dawet: 'Wis Enak Durung Pakne?'

Jokowi Mantu

Dialog Ortu Selvi dalam Prosesi Sadeyan Dawet: 'Wis Enak Durung Pakne?'

Odilia Winneke - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 10:45 WIB
Dialog Ortu Selvi dalam Prosesi Sadeyan Dawet: Wis Enak Durung Pakne?
(Foto: Odilia Winneke/detikcom)
Solo - Usai siraman, acara dilanjutkan dengan upacara potong rambut. Rambut Selvi Ananda dipotong, lalu ditanam di halamam rumah. Kemudian prosesi berlanjut ke sadeyan dawet.

Sadeyan dawet berarti jualan dawet. Ibu Selvi, Sri Partini, mengambil semangkuk, kemudian memberikan ke suaminya, Didit Supriyadi. Dia bertanya, "Wis enak durung Pakne? (Sudah enak apa belum Pak?)."

"Kurang legi," jawab Didit.

Partini berteriak, "Dawet, dawet! Dawet ayu"

Sejumlah tamu diberi kreweng atau potongan genting di dibalut kain emas bundar sebagai uang mendekat untuk membeli. Uang ini mengandung arti semua tindakan manusia harus sesuai dengan hakikat manusia. Semua manusia akan meninggal dan kembali menjadi tanah.

Dawet berbentuk bulat kenyal melambangkan kekuatan keinginan dan keuletan. Dawet kemriyek, bergerombol banyak mengharapkan datangnya banyak tamu sebagai pemberi berkah pada mempelai. Selama prosesi ini, Selvi tidak ikut karena sedang dirias.

Selesai berjualan dawet, Partini membawa pulang jajan pasar sebagai oleh-oleh dan mangkok dawet untuk anak-anaknya. Kini mereka yang belum membeli dawet diberi kesempatan membeli dawet dengan 'uang' yang sudah disediakan.

(odi/try)


Berita Terkait