Polri Survei Tingkat Kelelahan Pemotor untuk Tempatkan Posko Mudik Gratis

Polri Survei Tingkat Kelelahan Pemotor untuk Tempatkan Posko Mudik Gratis

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 10:38 WIB
Polri Survei Tingkat Kelelahan Pemotor untuk Tempatkan Posko Mudik Gratis
Jakarta - Musim mudik Lebaran 2015 segera tiba. Polri mulai melakukan survei tingkat kelelahan pemudik yang menggunakan sepeda motor yang melintasi Pantura. Hal ini dilakukan untuk menepatkan lokasi posko istirahat gratis bagi pemotor.

"Kita ingin mengetahui kira-kira tingkat kelelahan pemudik motor ini sampai di mana," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Condro Kirono di Kantor Korlantas Polri, Jl MT Haryono Kav 37, Jakarta‎, Rabu (10/6/2015).

‎Ada 12 motor yang diikutkan dalam survei ini. Ada satu motor yang membawa satu orang pembonceng. Rombongan motor dilepas oleh Condro Kirono dan Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Komjen Pol (Purn) Nanan Sukarna.

Rombongan motor ini akan melintasi rute Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa, mulai Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Indramayu, sampai Brebes, Jawa Tengah.

Polisi meminta masyarakat menghindari mudik menggunakan sepeda motor. Meski demikian, tetap saja masyarakat bakal mudik menggunakan sepeda motor.

"Korban meninggal dunia pada musim mudik tahun lalu ada 650 jiwa selama 14 hari. Dari korban meninggal itu didominasi oleh pengendara sepeda motor," kata Condro.

Untuk mengantisipasi kecelakaan pemotor saat mudik, maka polisi akan menempatkan check point berupa posko bagi pemudik motor untuk istirahat.

Penentuan check point itu dilakukan lewat survei langsung menggunakan pemotor, secara langsung. Bila dalam dua hingga tiga jam pengemudi motor ini sudah merasakan lelah, maka di situ akan ditempatkan check point untuk pemudik.

"‎Diberangkatkan di Jakarta, diisi bensin full, nanti dilihat selama dua jam perjalanan dalam kecepatan rata-rata 60 km/ jam, tingkat lelah lokasinya di mana. Di lokasi itulah nanti kita buatkan cek poin," kata Condro.

Umumnya, kecelakaan pemudik diakibatkan gara-gara mengantuk. Nantinya, Polisi akan menempatkan layanan gratis bagi pemotor yang beristirahat di cek poin itu. Layanan itu meliputi cek kesehatan, cek tensi darah, layanan konseling psikologi, hingga istirahat gratis.

"Kita ‎ gandeng juga bengkel-bengkel untuk servis motor. Di cek poin itu pengendara motor wajib masuk untuk istirahat, tidak kita tilang," tutur Condro.

Diperkirakan arus mudik terbanyak dari Jabodetabek akan mengarah ke Jawa Tengah, kedua ke Jawa Barat, dan ketiga ke Jawa Timur.

Polri bekerjasama dengan Laboratorium Transportasi Universitas Indonesia untuk memetakan titik lelah pemudik motor itu.‎Ada tiga ahli transportasi dan 10 orang mahasiswa S2 Universitas Indonesia yang ikut melakukan penelitian ini.

(dnu/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads