Dirut PT Transportasi Jakarta, Antonius Kosasih mengatakan penyerobotan di busway masih terjadi. Apalagi saat ini kondisi jalur khusus ini juga tersendat karena ada perbaikan jalan.
"Tahun ini beberapa koridor utama kami yang terbanyak penumpangnya terutama koridor I dan IX mengalami perbaikan dan perombakan jalan yang berpengaruh terhadap kemacetan di jalur busway. Hal ini menyebabkan sebagian pengguna kami kembali menggunakan sepeda motor yang tidak jarang juga masuk busway karena jalur busway banyak tergabung dengan jalur lalu lintas umum yang macet," kata Kosasih dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2015) malam.
Untuk mengatasi penerobos busway, PT TransJ menurut Kosasih sudah berkoordiansi dengan Dinas Bina Marga dan Polda agar jalur khusus bus TransJ tidak digunakan kendaran lain.
PT TransJ juga tengah menggodok pengalihan rute atau pembuatan rute baru demi kelancaran di jalur bus TransJ. "Contohnya, hari ini kembali dilakukan tilang di jalur busway oleh polisi lalu lintas. Kami segera akan menandatangani MOU dengan Polda untuk hal ini," tegas dia.
Kosasih juga mengakui berkurangnya armada bus karena sebagian dari bus TransJ yang dioperasikan sudah tak laik jalan.
"Sehingga kami perketat operasionalnya terkait keamanan penumpang, meskipun sangat dilematis karena setiap bus yang kami larang operasi berarti ada penumpang yang lebih lambat terlayani. Sedangkan di sisi lain pengadaan bus baru memakan waktu lama," imbuh Kosasih.
Saat ini rata-rata penumpang TransJ setiap harinya mencapai 320 ribu -350 ribu penumpang per hari. Angka itu hampir sama dengan jumlah pengguna bus TransJ per 31 Desember 2014.
"Malah di bulan Maret 2015 jumlah penumpang yang kami angkut lebih tinggi 3% hingga 4% dibandingkan November-Desember 2014," kata Kosasih.
(fdn/fdn)










































