"Jangan sampai masuk KPK untuk memenuhi kehidupan duniawi. Mereka haruslah orang yang sudah selesai dengan (kepentingan) dirinya," kata Benny usai pertemuan di kantor Setneg, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015) malam.
"Orang yang berani menjadi martir dan membaktikan dirinya untuk bangsa dan negara," lanjutnya.
Pertemuan berlangsung tertutup mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB. Menurut Juru Bicara Pansel KPK Betti Alisjahbana, belum ada nama yang diusulkan oleh para pemuka agama dalam pertemuan tersebut.
"Kalau nama belum ada. Tadi hanya masukan-masukan saja," ujar Betti.
Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang juga hadir di pertemuan tersebut yakin pansel yang terdiri dari 9 srikandi tak akan gampang terpengaruh. Khususnya pengaruh negatif yang datang dari pihak tertentu.
"Saya yakin, sangat yakin, Pansel bisa bekerja sebaik-baiknya. Kepada masyarakat luar saya mengharapkan untuk memberikan dukungan moril kepada pansel KPK," jelas Din.
"Memberi kepercayaan. Saya juga minta untuk tidak berusaha mengganggu dan mempengaruhi para srikandi. Khususnya partai-partai politik yang boleh jadi punya kepentingan," sambungnya.
(rna/fdn)











































