Menteri M Nsair menyatakan, kasus perjokian harus ditindak tegas. Jangan sampai memberikan kesempatan adanya kasus perjokian. Karena perjokian tersebut jelas merugikan dan merusak pendidikan tinggi di Indonesia.
"Bagi yang melakukan perjokian harus mendapat sanksi yang berat. Akan didiskualifikasi," kata Menristek M Nasir saat mengunjungi pelaksanaan ujian SBMPTN di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Selasa (9/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di UNY, Menristek mengunjungi peserta SBMPTN berkebutuhan khusus tuna netra. Peserta tuna netra ini ditempatkan di ruangan terpisah dan mendapatkan pendampingan. Ia juga melihat peserta SBMPTN umum di ruangan yang diguanakan untuk ujian. (rul/try)










































