Hal ini diungkapkan Menkum HAM Yasonna Laoly di Gedung Negara Grahadi Surabaya usai acara 'Penetapan Kawasan Berbudaya Kekayaan Intelektual dan Penyerahan Kekayaan Intelektual Jatim', Selasa (9/6/2015).
Yasonna mengaku sudah memilih 3 lapas yang akan dijadikan lapas berkeamanan super ketat yang dikhususkan bagi para bandar narkoba yang masih menjalankan peredaran di dalam lapas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung program yang dilakukan bersama BNN dan Bareskrim Mabes Polri, ia mengaku juga menggandeng Kemenkominfo untuk memaksimalkan keamanan di tiga lapas tersebut. "Menkominfo disana akan melakukan jam signal supaya tidak ada sinyal disana kemudian Bareskrim akan gunakan anjing pelacak dan selanjutnya akan kita taruh X-Ray yang mampu deteksi narkoba," ungkap dia.
Yasonna juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap petugas lapas di Indonesia dengan merotasi dan akan memecat jika terindikasi kuat membantu melakukan peredaran narkoba didalam lapas.
"Kalau ada terlalu lama sekali dan mengindikasikan ada kerjasama atau berpotensi membuka jaringan akan kita rotasi. kalau ada petugas lapas yang ketangkap akan kita tindak sangat keras. terakhir ada dua kita pecat dan puluhan kita disiplin dan pengurangan pangkat," pungkas Yasonna. (ze/asp)











































