"Kami mengundang NU, Muhammadiyah dan tokoh lintas agama di Setneg," ujar Jubir Pansel, Betty Alisjahbana usai pertemuan di Kantor PPATK, Jl Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).
"Kita juga akan melibatkan masyarakat untuk mengindentfikasi. KPK sukses mencegah korupsi. Keterlibatan masyarakat sangat penting. Kita ajak memberikan bantuan kandidat potensial," lanjutnya.
Betty menjelaskan, meski Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim, namun pansel tak hanya bertemu dengan pemuka agama Islam.
"Tokoh masyarakat, mereka itu kan memang institusi keagamaan. Moderat. Kami anggap penting sekali lembaga strategis. Paling tidak untuk menjaring nama," tutupnya.
(rna/mok)










































