Lulung kini mengubah penampilan rambutnya. Dia tak lagi berbelah tengah melainkan poninya disisir ke depan.
"Kenapa rambut saya tidak dibelah? Menghindari orang foto. Karena bila satu orang minta foto, maka dua, tiga, empat orang lainnya juga minta ikut foto. Kalau 'over', jadi kecapekan juga," tutur Lulung di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).
Dia menceritakan pengalaman saat dia menghadiri pameran batu cincin yang diadakan Tommy Soeharto. Sebagai penghobi, dia berniat ingin melihat batu-batu akik yang dipampang. Namun niatannya gagal terlaksana lantaran banyak orang yang mengajak selfie.
"Jadi nggak lihat batu cincin," kata dia.
Ketika makan di restoran, kerap pula pengunjung restoran juga mengajak foto. Maka dia mensiasati dengan memakai topi agar kehadirannya tak terlalu mencolok.
"Suka pakai topi," kata Lulung.
Pernah suatu saat, dia menaiki pesawat komersial. Dia hendak ke kamar kecil. Ternyata pramugari di pesawat itu sampai menunggu hingga Lulung keluar kamar kecil, tujuan pramugari itu hanya untuk berfoto bersama.
"Aku biasa di pesawat bisnis, pramugarinya nunggu saya pipis, 'Pak Haji foto dulu dong?' Ya foto. Sampai pesawat Susi Air di daerah-daerah, pramugarinya juga minta foto," tuturnya.
Bahkan ketika bepergian ke daerah yang jauh dari Jakarta, misalnya Manado Sulawesi Utara, politisi PPP itu masih saja menjadi perhatian publik. Dia menyebut sosoknya semakin mirip Presiden Jokowi saja yang selalu dikerubuti masyarakat antusias.
"Kayak Jokowi saya bila di daerah," celetuknya santai.
(dnu/mad)










































