"Tadi pagi Pak Agung ketemu Pak JK supaya dipahami bahwa kita sungguh-sungguh terhadap islah, karena kita berpikir untuk kepentingan Golkar. Ternyata mereka (kubu Ical) ada motif lain yang mereka lakukan secara terencana," kata Yorrys saat dihubungi detikcom, Selasa (9/5/2015).
β"Kami punya niat dari awal untuk kepentingan partai, maka seluruh ego harus kita tinggalkan dan kita ikuti proses islah," imbuh Yorrys yang sekarang berada di Jenewa untuk forum buruh dunia.
Menurut Yorrys, selain Agung ketemu JK, dia juga sudah menghubungi langsung JK, dan wakil presiden RI itu mengaku terkejut atas adanya penyerangan ke kantor yang kini masih ditempati kepengurusan Agung Cs.
"Pak JK terkejut, dan bapak tanya ARB tujuannya apa. Jadi siapa yang sebetulnya mainkan ini, ada motif apa. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba ada penyerangan mau ambil alih kantor. Padahal kita sudah sepakat tanggal 12 pertemuan perdana di situ," tuturnya.
Akibat penyerangan kemarin, Yorrys atas komunikasi dengan Agung menyatakan akan menunda sementara proses islah dengan kubu Aburizal Bakrie untuk kepentingan pilkada.
"βSaya sudah bilang, tunda aja dulu. Kita sudah lapor Pak JK kita tunda. Apalagi Aziz masuk juru runding dari sebelah dengan Cicip dan lainnya," ucap politisi asal Papua itu.
(bal/van)











































