"Saya dilapori dari teman-teman, itu yang dibawa datang ke DPP anak-anaknya Danil (anggota Golkar -red) dari Indramayu dan Aziz dari Jakarta Utara. Mereka masuk sehari sebelumnya menginap," ucap Yorrys kepada detikcom, Selasa (9/5/2015).
"Saya juga dapat laporan dari Serse Polres Jakbar, 'bang kok ada yang masuk pagi-pagi pukul 03.00 WIB'. 'Untuk apa' (tanya Yorrys). 'Antisipasi lingkungan saja, nggak pikir macam-macam'. Ternyata Aziz datang, mereka mau masuk, alasannya apa nggak tahu," lanjut Yorrys.
Yorrys dilapori karena dirinya tengah berada di Jenewa sebagai delegasi Indonesia untuk agenda International Labour Organization atau forum organisasi buruh se-dunia. Soal penyerangan itu, Yorrys akan membuat laporan resmi ke polisi.
"Saya akan pulang besok. Saya akan bikin laporan. Mereka kan bawa sajam. 40 orang itu sudah ditahan dan ada bukti mau masuk," ujarnya.
Lebih jauh Yorrys menyayangkan adanya penyerangan di tengah proses islah Golkar. Terlebih menurutnya, Aziz Syamsuddin yang disebutnya ada di lokasi menyebut sebagai ketua komisi III.
"Ini menunjukkan siapa sebenarnya mereka. Aziz dan Bambang itu preman kampungan," ucap politisi asal Papua itu.
(bal/van)











































