Ada Juga Sadeyan Dawet di Pernikahan Gibran-Selvi, Apa Makna Simboliknya?

Jokowi Mantu

Ada Juga Sadeyan Dawet di Pernikahan Gibran-Selvi, Apa Makna Simboliknya?

Triono WS - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 13:19 WIB
Ada Juga Sadeyan Dawet di Pernikahan Gibran-Selvi, Apa Makna Simboliknya?
Jakarta - Ada beragam prosesi adat Jawa di pernikahan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda. Salah satunya sadeyan dawet. Apa artinya dan apa makna simboliknya?

Dari sisi bahasa, sadeyan dawet berarti berjualan dawet. Sesuai dengan bentuknya, menurut ahli tradisi Jawa KPA Winarso Utomo, dawet menyimbolkan jumlahnya yang banyak. Terutama cendolnya.

"Melambangkan harapan banyaknya tamu yang hadir," kata Winarso kepada detikcom, Senin (8/5/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dawet merupakan minuman campuran manis dan gurih. Manis karena dibuat dari air gula dan santan, gurih karena cendolnya terbuat dari tepung ketan. Rasa ini juga memiliki makna simbolik.

"Artinya ada harapan tamu memberi restu, mempelai sejahtera dan tenteram," ungkap Winarso.

Berdasarkan jadwal yang diberikan panitia, prosesi sadeyan dawet digelar pada Rabu (10/6) besok usai siraman.Β  Setelah itu digelar peningset dan malam midodareni.

Rangkaian pernikahan Gibran dan Selvi digelar di rumah orangtua Selvi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo. Hari ini dimulai dengan pemasangan tarub dan tembungan atau lamaran. Besok baru pemasangan bleketepe hingga midodareni. Kamis lusa ijab kabul dan resepsi.

Ribuan orang diundang ke resepsi. Bukan hanya pejabat, tapi juga warga biasa dan seluruh ketua RW se-Solo. Resepsi untuk warga digelar pagi hingga siang, sedangkan resepsi untuk tamu khusus digelar malam hari. (try/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads