"Soal islah, jangan terbalik-balik. Harusnya mereka tahu diri bahwa sejak keputusan provisi PN Jakarta Utara, mereka sudah dilarang melakukan kegiatan dengan menggunakan atribut Golkar. Munas Ancol yang abal-abal itu dinyatakan tidak sah, dan kembali ke kepengurusan Munas Riau," kata Bambang Soesatyo dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (9/5/2015).
Bambang membantah pihaknya mengirimkan massa untuk menyerang kantor DPP Golkar, justru lebih dulu kubu Agung yang mengikutsertakan orang yang bukan kader Golkar untuk mengamankan kantor DPP Golkar.
Bamsoet menuturkan pihaknya menghargai upaya Jusuf Kalla yang mencoba mediasi antar dua kubu untuk islah demi pilkada. Jika kubu Agung mencederai proses islah maka tidak menghargai upaya Jusuf Kalla sebagai mantan ketua umum Golkar.
"Walaupun kita dimenangkan pengadilan, namun karena Pak JK yang sangat kita hormati, kita ikut. Bagi kami, bagaimanapun juga Pak JK seperti juga mantan ketua Umum Partai Golkar yang lain, merupakan mahkota partai yang tidak boleh direndahkan," ucap sekretaris Fraksi Golkar itu.
"Jadi, kalau mereka menganggap (islah) itu tidak ada (minta dibatalkan -red), ya itu urusan mereka. Emang gue pikirin. EGP aja. Hehehe..," katanya sambil berkelakar.
(bal/van)











































