"Saya sejak kecil saya sakit kencing batu. Sudah operasi 6 kali tapi nggak sembuh-sembuh," ujar Jelam saat kepada detikcom di rumahnya, Dusun Bunder, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Senin (8/6/2015).
Pria yang kini tinggal sendiri setelah istrinya meninggal akibat gempa 2006 ini menceritakan betapa putus asanya dia menghadapi penyakitnya yang semakin parah. Ditambah dengan banyaknya biaya yang telah dikeluarkan demi kesembuhannya.
"Pas di rumah sakit saya sampai mau bunuh diri pakai selimut-selimut di sana. Tapi dimarahi sama dokternya," kenangnya sambil tersenyum.
Namun setelah 2 tahun Jelam rutin meminum air hujan yang telah diproses menggunakan electrolyzer, keluhannya kini hilang sama sekali. Jelam mengatakan dirinya tak pernah merasakan lebih sehat selama Seumur hidupnya dibanding dua tahun terakhir.
"Saya sakit sejak geger G30S PKI, baru 2 tahun ini saya merasa sehat," tuturnya.
Jelam juga menyimpan air hujan sebanyak puluhan botol untuk persediaan air minumnya. Tak hanya untuk minum, Jelam menggunakan air hujan setrum ini untuk mandi dan masak.
Selama berbincang dengan detikcom, tak tampak jejak sakit pada dirinya. Jelam yang hidup di rumah sederhana berlantai tanah tampak sangat bersemangat dan ramah menyuguhkan segelas air hujan setrum kepada detikcom.
"Silakan dirasakan, rasanya lebih segar daripada air mineral," katanya sambil tersenyum lebar.
(sip/ndr)











































