Gebrakan Meja dan Drama Warnai Gladi Haji di Pondok Gede

Haji 2015

Gebrakan Meja dan Drama Warnai Gladi Haji di Pondok Gede

Gagah Wijoseno - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 11:03 WIB
Gebrakan Meja dan Drama Warnai Gladi Haji di Pondok Gede
Jakarta - Pagi hari di Asrama Haji Pondok Gede sudah ditingkahi petugas haji berseragam putih hitam yang berlalu lalang. Tepat pukul 06.00 WIB gladi haji 1436 H/ 2015 M dimulai.

Simulasi penanganan jemaah haji dimulai ketika jemaah haji Gelombang I dari Indonesia tiba di Bandara Madinah. Para petugas haji pun mulai beraksi dengan menyambut mereka dengan penuh komitmen.

"Kita ingin petugas harus mengutamakan jamaah. Proaktif melayani jamaah. Semua petugas harus bisa melayani, apa pun profesinya," tutur Kasubdit Pembinaan Petugas Kemenag Khoirizi, di sela-sela gladi, Selasa (9/6/2015).

Gladi dibuat semirip mungkin dengan situasi di Tanah Suci, termasuk ketika jemaah punya masalah.

"Brakk," terdengar suara meja dipukul dari salah satu meja pelayanan sektor Madinah. Seorang jemaah marah-marah karena barangnya ada yang hilang.

"Mana busnya? Lama sekali. Saya sudah capek," teriak seorang ibu-ibu calhaj sambil memijat-mijat lututnya kepada petugas di Bandara Madinah.

Seorang jemaah tiba-tiba pingsan. Petugas kesehatan langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama. Jika kondisinya serius ambulans bergerak cepat mengantarkan jemaah haji yang sakit itu ke BPHI atau rumah sakit terdekat.

Segala kemungkinan yang kira-kira bakal ditemui petugas disimulasikan dalam gladi ini. Termasuk penanganan jemaah tersesat, barang hilang, katering, dan pemondokan. Mulai dari Jeddah, Madinah, Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Paling tidak, bisa menggambarkan kondisi di lapangan. Siapa mengerjakan apa, supaya bisa terlihat," kata Khoirizi.

Dengan gayanya masing-masing petugas haji memberikan pelayanan kepada jemaah. Mereka berusaha menenangkan jemaah yang marah-marah, membimbing jemaah yang tersesat, maupun memberikan makanan dan pemondokan yang baik.

"Tenang ya Bapak/ Ibu, sabar ya Bapak/ Ibu," begitulah kata-kata yang sering diucapkan petugas.

Satuan Operasional (Satops) Armina,Letkol Abu Haris, percaya petugas haji bisa memberikan pelayanan yang baik. Apalagi setiap petugas sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan, bimbingan dan perlindungan pada jemaah.

"Saya optimistis tahun ini karena komitmen diungkapkan tiap pagi. Insya Allah ucapan sama dengan tindakannya, kata Abu Haris pada kesempatan yang sama.

Abu Haris meminta doa agar haji tahun ini bisa lancar. Petugas yang menyedot dana dari APBN sebesar Rp 130 miliar ini harus bisa berkordinasi sesamanya agar dapat memberikan layanan yang prima.

(gah/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads