Kata Ahli Tradisi Keraton Solo soal Prosesi Adat Pernikahan Gibran-Selvi

Jokowi Mantu

Kata Ahli Tradisi Keraton Solo soal Prosesi Adat Pernikahan Gibran-Selvi

Triono WS - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 10:33 WIB
Kata Ahli Tradisi Keraton Solo soal Prosesi Adat Pernikahan Gibran-Selvi
Jakarta - Hari ini, beragam prosesi adat pernikahan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda mulai digelar. Mulai dari pasang tarub hingga tembungan. Dua hari kemudian baru diadakan resepsi. Apa artinya dan apa komentar ahli tradisi Jawa soal prosesi itu?

Berdasarkan jadwal yang diterima detikcom, pasang tarub (tenda) akan dilakukan sore nanti di rumah orangtua Selvi, kawasan Sumber, Banjarsari, Surakarta. Ini adalah persiapan penerimaan tamu. Sebab, sebelum resepsi digelar dua hari mendatang, beberapa prosesi akan digelar.

"Itu maksudnya untuk keteduhan karena tamu pasti sudah datang sebelum resepsi," kata ahli tradisi Jawa, KPA Winarso Utomo, kepada detikcom, Senin (8/6/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai pasang tarub, prosesi dilanjutkan dengan tembungan. Prosesi ini merupakan bahasa lain dari lamaran. Rabu (10/6) besok, prosesi dilanjutkan dengan bleketepe, siraman, peningset, midodareni, hingga ijab qabul (resepsi).

Berdasarkan adat keraton, menurut Winarso, prosesi pernikahan Gibran-Selvi memang tidak urut. "Tidak apa-apa. Kan itu (dilakukan) di luar keraton," kata Winarso.

Winarso menjelaskan, prosesi pernikahan di keraton cukup rumit. Mulai dari nontoni, tembungan, siraman, hingga resepsi. Nontoni ibarat perkenalan keluarga mempelai, tembungan adalah lamaran, dan lain-lain. Hal ini tetap dilakukan di lingkaran keraton.

"Kalau di luar keraton, tidak harus (seperti keraton)," tutup Winarso.

(try/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads