Ketika 'Suntikan Vitamin' Panglima TNI Segarkan Anak Buah

Ketika 'Suntikan Vitamin' Panglima TNI Segarkan Anak Buah

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 08:54 WIB
Ketika Suntikan Vitamin Panglima TNI Segarkan Anak Buah
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko punya cara tersendiri menggenjot semangat prajuritnya dalam mengemban tugas berat. Ia terus memenuhi janjinya mulai dari meningkatkan kesejahteraan prajurit hingga memberi 'vitamin'.

Terbaru, Jenderal Moeldoko mengusulkan kepada DPR agar tunjangan Badan Pembina Desa (Babinsa) dari Rp 50 ribu menjadi Rp 1 juta.

Moeldoko juga tidak segan-segan memberikan 'vitamin' kepada anak buahnya yang berprestasi mulai dari pemberian uang Rp 100 juta bagi penyelam yang bekerja keras menemukan kor dan bagian black box AirAsia QZ8501 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moeldoko berjanji terus berjuang agar gaji prajurit TNI secara bertahap. Tidak hanya itu, jenderal yang akan pensiun Agustus 2015 ini pernah membagi-bagikan 55 ribu jam tangan untuk prajurit Danramil, Babinsa, sama Satgas Pamtas (Pengamanan Perbatasan) untuk pos-pos terluar.


Berikut 4 kisah Jenderal Moeldoko:

1. Babinsa Rp 50 Ribu Jadi Rp 1 Juta

Panglima TNI Jenderal Moeldoko hari ini rapat kerja secara tertutup bersama Komisi I DPR. Dalam rapat ini, Moeldoko mengusulkan kenaikan tunjangan Badan Pembina Desa (Babinsa) dan diterima oleh DPR.

"Tadi masuk ke dalam agenda rapat, kita mengusulkan Babinsa, pos terdepan AU, AL untuk dinaikan tunjangan pekerjaannya," kata Moeldoko kepada wartawan usai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

Moeldoko menuturkan bahwa selama ini anggota Babinsa hanya mendapat tunjangan sebesar Rp 50.000/bulan. Hal itu dinilai kurang layak.

"Dapat apa Rp 50 ribu? Kami usulkan Rp 1 juta dan diterima oleh DPR," ucapnya.

Meski begitu, Moeldoko belum memastikan kapan kenaikan tunjangan ini akan mulai berlaku.

"Ini baru diusulkan," ujarnya.

2. Penyelam Rp 100 Juta

Panglima TNI Jenderal Moeldoko sangat bangga dengan kinerja tim penyelam gabungan TNI AL karena menemukan ekor dan bagian black box AirAsia QZ8501. Ia memberikan hadiah kepada tim penyelam tersebut.

Ungkapan bangga tersebut beberapa kali diucapkan ketika seremonial penyerahan bagian black box berupa flight data recorder kepada KNKT di KRI Banda Aceh.

"Saya selaku Panglima TNI berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, Basarnas, dan prajurit saya yang tidak kenal waktu dan bahaya," kata Moeldoko, Senin (15/1/2015).

Usai konferensi pers, Panglima menyalami satu persatu penyelam yang ada di KRI Banda Aceh kemudian menyerahkan bingkisan dibalut kertas warna dominan merah yang disebut berisi uang Rp 100 juta.

"Ini untuk vitamin penyelam, Rp 100 juta," ungkapnya.

Panglima menegaskan, tim penyelam harus kembali melakukan pencarian bagian lain black box yaitu voice cockpit recorder. Bagian tersebut sudah terdeteksi sinyal ping-nya sehingga penyelam diharapkan bergerak cepat dengan batas waktu 15 hari sebelum sinyal hilang.

"Prajurit, waktumu paling lama 15 hari, saya minta tempo secepatnya," tegas Moeldoko.

Diketahui sebelumnya penghargaan sudah diberikan kepada tim penyelam berupa kenaikan pangkat luar biasa setelah tim penyelam mencari, menemukan, dan mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ8501.

3. Tunjangan Naik

Beberapa tahun terakhir gaji prajurit TNI secara bertahap dinaikkan pemerintah. Namun bagi Panglima TNI Jend. Moeldoko masih perlu ditambah sehingga kesejahteraan keluarga prajurit semakin membaik.

"Besok (dalam uparaca HUT TNI-red) soal remunerasi saya mau menggoda presiden, 'Pak kalau bisa prajurit saya dinaikkan sedikit lagi aja'," kata Moeldoko sembari tersenyum saat jumpa pers gladi resik HUT TNI ke 68 di Skuadron 2 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2013).

Peningkatan kesejahteraan prajurit adalah salah satu program yang dia sampaikan dalam uji kepatutan dan kelayakan calon panglima TNI di DPR.

"Prajurit dijamin hak-haknya untuk hidup layak. Namun kesejahteraan prajurit masih jauh dari harapan. Sementara keterbatasan sumber daya anggaran menjadi kendala," kata Jenderal Moeldoko saat masih menjabat sebagai KSAD ketika fit and proper test calon panglima TNI di Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8) lalu.

"Sekarang peningkatan tunjangan kinerja TNI menjadi 37 persen. Dan wajar kiranya jika naik menjadi 57 persen (naik 20 persen-red). Tapi saya tidak tahu pandangan dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian," tutur Moeldoko di hadapan Anggota Komisi I kala itu.

4. Jam Tangan

Panglima TNI Jenderal Moeldoko membagi-bagikan jam tangan kepada para prajuritnya. Tak tanggung-tanggung, ada 55 ribu unit jam tangan yang dibagikannya.
β€Ž
"Saya telah membuatkan jam untuk prajurit Danramil, Babinsa, sama Satgas Pamtas (Pengamanan Perbatasan) untuk pos-pos terluar. Ada 55 ribu unit, cukup banyak juga untuk kalian," kata Moeldoko di Markas Korem 043/Gatam, Jalan Teukur Umar, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2015).

Moeldoko menyampaikan hal ini saat melakukan kunjungan kerja ke Makorem ini, dihadiri oleh 500an orang terdiri dari prajurit dan PNS TNI. Secara simbolik, jam tangan itu dibagikan kepada tiga orang di antara mereka.
β€Ž
"Itu ada pesannya, jangan dijual ya," kata Moeldoko dengan santai.

Bila dilihat, jam ini bergelang karet. Para prajurit-pun antusias dan bertepuk tangan. Diharapkan anggota TNI menjadi lebih semangat bekerja dan melayani masyarakat.

β€ŽSementara itu, kenaikan remunerasi untuk gaji prajuriit militer yakni dari 37 persen menjadi 56 persen. Ini juga diharapkan bisa memicu semangat.
β€Ž
"Sesuai janji Presiden,β€Ž akan dibayar bulan ini," katanya.

Kunjugan Moelodoko ke Sumatera ini diawali dari Provinsi Lampung lantas akan dilanjut ke β€ŽBengkulu, Aceh, dan Medan.
Halaman 2 dari 5
(aan/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads