Cerita dari Tengah Laut Senegal Saat 5 WNI ABK Kapal Tewas Kelaparan

Cerita dari Tengah Laut Senegal Saat 5 WNI ABK Kapal Tewas Kelaparan

Nala Edwin - detikNews
Senin, 08 Jun 2015 18:57 WIB
Jakarta - Lima WNI ABK Kapal Taiwan tewas kelaparan. Mereka kekurangan makanan dan minuman. Mereka adalah Rasjo asal Tegal, Sardi asal Brebes, Roko Bayu Anggoro dari Gunung Kidul, Ruhiyatna Nopiansyah asal Subang dan Hero Edmong Lusikooy dari Surabaya. Jenazah ABK ini sudah dipulangkan ke Indonesia.

“Mereka awal Kapal Bintang Samudera 11 dan Bintang Samudera 68,” kata Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Dakar, Setyo Hargiyanto saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2015).

Setyo menuturkan berdasarkan pengakuan dari 19 WNI yang selamat mereka di laut selama 18 bulan dan tak juga merapat ke darat. Padahal semestinya 6 bulan harus sudah sandar. Para WNI ini ABK di Kapal Taiwan.

“Yang pertama tewas 23 April, kemudian yang lainnya berurutan tanggalnya,” terang Setyo.

Setyo menuturkan, untuk makan mereka memakan ikan yang ditangkap. Kemudian untuk air, dari pendingin ikan yang dicairkan. Mereka kesulitan merapat ke darat karena kehabisan solar.

“Dua bulan sebelumnya mereka sudah mengontak perusahaan, tetapi tidak segera datang. Hingga akhirnya dua bulan kemudian datang,” tuturnya.

Fisik yang lemah membuat lima ABK WNI ini akhirnya meninggal dunia. Pada akhir Mei kapal mendapat pasokan solar dan akhirnya merapat. Kontak juga dilakukan dengan KBRI Dakar. Otoritas di Senegal menurut Setyo amat membantu. Mereka menyiapkan dokter dan ambulans.

“Saat merapat ke pelabuhan, karena disangka ada epidemi semua makanan dan ikan yang ditangkap dibuang ke laut,” imbuh dia.

19 WNI yang selamat kini berada di penampungan dan mendapat makanan dan minuman yang memadai. “Semua sudah mendapat gaji dibayar penuh, sekarang sedang menunggu pemulangan. Kami KBRI melakukan pemantauan, selalu kontak terus,” tutup dia.

(ndr/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini