Dua tarif itu adalah tarif siang dan tarif malam. Tarif penyeberangan siang akan lebih murah daripada tarif malam.
"Nanti kita rencananya akan mendistribusikan calon pengguna jasa (penyeberangan) dengan menggunakan dua tarif," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Danang S Baskoro, di Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (8/6/2015).
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun yang lalu, para penyeberang biasanya berusaha melintas pelabuhan mulai dari H-4 hingga H-1 lebaran, tak hanya di Merak-Bakaheuni saja melainkan juga pelabuhan yang lainnya.
"Mereka berduyun-duyun setelah berbuka atau salat isya," kata Danang.
Dengan pembedaan tarif penyeberangan siang dan malam ini, diharapkan penyeberang pelabuhan Merak maupun pelabuhan lainnya bisa terseleksi dengan sendirinya. Yang mempunyai duit banyak akan memilih malam karena nyaman meskipun mahal. Namun yang berduit cekak bakal menyeberang pada siang hari.
"Nanti kita terapkan, mudah-mudahan nanti penumpang akan terdistribusi secara alamiah pagi dan siang. Setelah itu tahun depannya lagi kita evaluasi cara seperti apa yang paling baik," kata Danang.
Dia mengatakan, kapasitas pelabuhan memang terbatas. Hal itulah yang menyebabkan adanya antrean panjang, dan itu akan berusaha ditangani lewat cara pembagian tarif penyeberangan menjadi dua waktu.
"Kapasitas pelabuhan itu sendiri terbatas, itu yang menyebabkan sampai keluar pelabuhan. Padahal kalau sampai keluar pelabuhan sudah bukan kendali PT ASDP," kata dia.
(dnu/dha)











































