Silaturahmi dengan Jakmania, Wagub Djarot Bicara Soal Bibit Pesepakbola

Silaturahmi dengan Jakmania, Wagub Djarot Bicara Soal Bibit Pesepakbola

Ayunda W Savitri - detikNews
Senin, 08 Jun 2015 15:23 WIB
Silaturahmi dengan Jakmania, Wagub Djarot Bicara Soal Bibit Pesepakbola
Wagub DKI Jakarta Djarot bertemu Jakmania (Foto: Ayunda/detikcom)
Jakarta - Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menerima pengurus pusat pendukung klub sepakbola Persija alias The Jakmania siang ini. Tujuannya, untuk bersilaturahmi dengan susunan kepengurusan baru periode 2015-2018. Apa saja yang dibahas?

"Ini kesempatan kita ambil blessing in disguise sama teman-teman Jakmania dengan kondisi PSSI yang seperti sekarang kita ambil hikmah. Kita akan melakukan pembinaan dan penyempurnaan internal dengan menyiapkan kompetisi di tingkat lokal," ujar Djarot usai pertemuan di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2015).

Menurut mantan Wali Kota Blitar ini perlu dilakukan pembenahan secara menyeluruh tidak hanya di klub asal Macan Kemayoran, tetapi juga secara nasional. Sehingga bisa memperkuat tim kesebelasan nasional (timnas) ke depannya dalam berbagai pertandingan sepakbola.

"Pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sepak bola kita secara nasional maupun yang ada di DKI. Kita ingin bentuk bukan hanya Persija yang kuat tapi juga yang menjadi penopang kesebelasan nasional, sehingga bisa berlaga lebih hebat bukan hanya di tingkat Sea Games, tapi juga Asian Games bahkan piala dunia," harapnya.

Djarot menyambut baik pembinaan yang diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Dia pun berharap mereka kelak bisa menjadi aset bangsa yang terus dipupuk.

Suami Happy Farida itu juga sempat heran melihat banyaknya potensi menarik dari para pemain junior dalam negeri yang justru perlahan pudar saat masuk ke tingkat lebih tinggi.

"Kemarin saya sama Jakmania melihat kompetisi itu anak-anak kita cukup bagus. Kita punya bibit-bibit pemain bola yang bagus. Hanya pertanyaan kita selama ini kenapa ketika pembinaan di tingkat junior bagus, di tingkat klub bagus, di tingkat Persija juga bagus, tapi ketika masuk dalam tingkat yang lebih tinggi itu kok prestasinya melorot jauh," kata Djarot heran.

"Di kelompok U–18 dan U-19 hebat masuk senior langsung jeblok loh. Banyak yang seperti itu berarti ada pembinaan yang salah," sambungnya.

Djarot berharap ke depannya persepakbolaan dalam negeri bisa kembali bangkit dari 'mati surinya'. Dengan catatan, pembinaan yang diberikan berlangsung konsisten.

"Kalau kita konsisten sejak dini betul kita ikuti dan bina betul saya yakin Indonesia ini bisa kembali (berjaya) lah. Kalau untuk ukuran Asia Tenggara ini boleh lah," harap dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah satu perwakilan Jakmania, Richard Ahmad. Melalui silaturahmi susunan pengurus baru ini, Richard berharap kerjasama antara klub bola tersebut dengan Pemprov bisa lebih sinkron dan baik lagi ke depannya.

"Kita ingin bersinergi ‎program pemerintah daerah dengan Jakmania untuk membahas terkait sepakbola Jakarta khususnya Persija. Tadi kita sampaikan itu, makanya ada hal yang harus ‎sinkron dengan Pemda terkait Persijanya, SSB dan klub-klub yang ada di Persija," ujar Richard.

"Pertama, infrastruktur itu kan penting karena infrastruktur stadion, lalu stadion mini atau besar punyanya Pemda. Kan ini juga perlu disinkronkan. Jadi ini akan dibahas lebih lanjut terkait itu. Kedua, produknya Persija ini kan sudah menurun dalam pengertian klub-klub internal. Ini harus digalakan kompetisi ‎regionalnya, harus dibangkitkan semangatnya, termasuk pembinaan usia dini," pungkasnya. (aws/slh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads