"Dia nerimanya dollar karena kebanyakan pemesan orang-orang bule," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti kepada detikcom, Senin (8/6/2015).
Krishna mengatakan, prostitusi online yang dikelolla mmucikari Nanang ini menyasar pria-pria bule yang butuh teman wanita.
"Pemesan kebanyakan bule yang butuh lady escort dengan tarifnya sekitar 100 USD per jam," ungkapnya.
Bisnis prostitusi online ini terungkap setelah aparat polisi melakukan penyelidikan terhadap dua situs online www.massagejakxxxx.com dan www.kaniaxxxxxxx.com. Situs tersebut menawarkan jasa pijit, namun pada praktiknya, 'pemijit' ternyata melayani jasa seks para pria hidung belang.
"Setelah datang bukannya untuk mijit, tetapi untuk berhubungan badan," imbuhnya.
Nanang sudah mengelola bisnis haram tersebut sejak 2 tahun lalu. 'Anak buahnya' ada banyak, mulai dari kelas mahasiswi hingga karyawati.
(mei/ndr)











































