Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB pada Minggu (7/6) kemarin. Bocah bernama Ayumi itu diduga menjadi korban penculikan ketika sedang bersama ibunya, Desi, berobat ke dokter.
"Kejadiannya itu ya tadi malam ketika ibu itu berobat mengantarkan anak itu. Nah, tiba-tiba ada mobil yang membawa itu anak. Dari keterangan saksi itu, ada 2 laki-laki di dalam mobil itu," kata Kapolsek Pondok Aren Kompol Bachtiar Alfonso ketika dihubungi, Senin (8/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin laporan ke Polda atau bagaimana, kalau dari kami membantu. Ini saya ke rumahnya kosong. Kata petugas pos itu, si ibu itu jarang pulang ke rumah," ucap Bachtiar.
Namun, Bachtiar menyebutkan sejauh ini tidak ada laporan mengenai uang tebusan terkait dugaan penculikan tersebut. Dia juga belum memastikan apakah peristiwa itu merupakan penculikan atau bukan.
"Kami sedang mencari petunjuk tapi ini ibunya nggak ada. Belum ada soal uang tebusan sejauh ini," kata Bachtiar.
Saat melakukan pencarian, Bachtiar mengaku mendapatkan 2 surat yang mungkin menjadi petunjuk. Surat pertama merupakan surat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
"Surat dari KPAI itu dari suaminya. Satu lagi dari Pengadilan Agama Tigaraksa soal penguasaan atau hak asuh anak, kayaknya mau sidang ini. Mungkin ada ada masalah, tapi kami kan belum tahu pasti ada apa. Niatnya kami ke sini kan biar ada titik terang, tapi kok malah nggak ketemu sama si ibunya," ujar Bachtiar.
Bachtiar mengaku selanjutnya mencari keberadaan si ayah. Namun dirinya mengaku kesulitan lantaran informasi yang minim mengenai si ayah dari Ayumi yang diduga tersebut.
(dha/ndr)











































