5 ABK WNI Meninggal Kelaparan di Tengah Laut Senegal

5 ABK WNI Meninggal Kelaparan di Tengah Laut Senegal

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 08 Jun 2015 00:13 WIB
Jakarta - Lima Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia meninggal ketika kapal tengah berlayar ke Senegal. Kelimanya meninggal di atas kapal berbendera Taiwan, Hsin Chiang Fisheries.

Mereka bekerja di dua kapal yaitu Bintang Samudra 68 dan Bintang Samudra 11. Kelima ABK itu adalah Rasjo asal Tegal, Sardi asal Brebes, Roko Bayu Anggoro dari Gunung Kidul, Ruhiyatna Nopiansyah asal Subang dan Hero Edmong Lusikooy dari Surabaya.

"Mereka diberangkatkan oleh tiga agen yaitu PT Anugerah Bahari Pasifik, PT Arrion Mitra Bersama, dan PT Puncak Jaya Samudera," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (Direktur PWNI dan BHI) Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (7/6/2015).

"Kelimanya meninggal di waktu berdekatan yaitu 23 April, 25 April, 27 April, 29 April, dan 3 Mei 2015," lanjutnya.

Namun ternyata peristiwa tersebut baru dilaporkan kepada KBRI Dakar dan otoritas terkait di Senegal pada saat kapal bersandar di Pelabuhan Dakar pada 7 Mei 2015. Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik di Dante Publik Hospital, Dakar, dinyatakan kelimanya meninggal akibat dehidrasi akut dan malnutrisi.

"Dalam pertemuan dengan KBRI Dakar pada 17 Mei 2015, para ABK WNI lainnya mengatakan kelima rekannya tersebut tengah berada di laut untuk mendapat pasokan minuman dan makanan," tuturnya.

Makanan dan minuman yang tersedia di atas kapal hanya ikan yang telah dihancurkan sebagai umpan untuk menangkap ikan. Sebelum meninggal, kelimanya mengalami gejala yang sama yaitu lemas, sakit pada bagian perut dan pembengkakan bagian tubuh.

(ega/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads