Kans Semua Angkatan Sama dalam Pencalonan Panglima TNI

Kans Semua Angkatan Sama dalam Pencalonan Panglima TNI

- detikNews
Jumat, 18 Feb 2005 03:47 WIB
Jakarta - Regenerasi di tubuh pimpinan TNI dengan adanya pergantian tingkat kepala staf di tiga angkatan selayaknya ditindaklanjuti dengan pergantian Panglima TNI. Masalah pergantian itu sendiri menurut pengamat militer dan intelijen Djuanda akan menjadi polemik dan blunder politik buat pemerintah dan DPR. Meski sebelumnya nama calon Panglima TNI kerap muncul dalam pemberitaan, menurutnya kans masing-masing angkatan sama dan akan ditentukan oleh Presiden Yudhoyono sendiri. Hal sama dikatakan anggota Komisi I DPR RI Ade Nasution yang mengakui semua angkatan berkesempatan sama. Termasuk, dari kalangan AL yang tidak muncul di 'bursa' calon panglima TNI."Kalau berprinsip pada keadilan, maka semua mendapatkan kesempatan untuk memimpin," paparnya di Jakarta, Kamis (17/2/2005).Ia mengatakan, peluang dari unsur tiap angkatan adalah sama untuk menjadi menduduki posisi pucuk pimpinan di TNI. Namun, di satu sisi permasalahan pengunduran diri Panglima TNI Jend. Endriartono Sutarto dan masuknya nama Jend. Ryamizard Ryacudu yang hari ini melepaskan jabatannya selaku KSAD dalam pembahasan calon panglima TNI di DPR RI, khususnya Komisi I.Sementara, di kesempatan terpisah Direktur Imparsial Rachland Nashidik dan Djuanda mengemukakan soal calon panglima TNI dari perspektif yang berbeda. Namun, keduanya mengusulkan alternatif dari kalangan TNI AL.Menurut Rachland yang menilai kans unsur masing-masing angkatan dari perspektif keterlibatan HAM, TNI AL dan AU lebih berpeluang. Ia menilai track-record kedua angkatan di kasus HAM tergolong minim.Sekaligus, rotasi kepemimpinan kepada kedua angkatan bias mneyegarkan TNI dari dominasi AD. Namun, ia mengakui adanya kendala politik yang muncul dari masuknya surat Presiden Megawati ke DPR RI soal pengunduran diri Endriartono Sutarto dari jabatan panglima dan masuknya surat Presiden Yudhoyono yang menarik surat tersebut.Sedang, Djuanda menjagokan unsur AL sebagai calon panglima berdasar pandangan tren pertahanan yang makin memajukan maritim. Ia mengatakan pula kemungkinan masih adanya hambatan psikologis antara AD-AU, meski kerenggangan hubungan kedua angkatan itu sudah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. (mar/)


Berita Terkait