Keluarga Imbau SBY Selamatkan Meutya Apa pun Caranya
Jumat, 18 Feb 2005 18:12 WIB
Jakarta - Ny. Meti Hafid, ibunda Meutya Hafid, reporter Metro TV yang hilang di Irak bersama kameramen Budiyanto, mengimbau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Deplu RI, dan tokoh alim ulama untuk mengusahakan bagaimana pun caranya agar Meutya dan Budiyanto untuk bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.Imbauan ini disampaikan Ny. Meti Hafid saat ditemui detikcom dan Tempo News Room di ruang tamu di rumahnya di Jalan Lebak Bulus II No.21 A, Jakarta Selatan, Jumat (18/2/2005)."Saya mengimbau kepada presiden, pihak deplu, dan tokoh alim ulama, serta pihak-pihak terkait dengan hal ini, bagaimana pun caranya supaya anak saya dan Budiyanto dapat diketahui keberadaannya dan bisa segera kembali dengan selamat," katanya.Ny. Meti, yang selama wawancara tampak berduka dan menahan tangis, mengaku tidak memiliki firasat buruk tentang putrinya yang sedang bertugas di Irak. Ia baru mendengar kabar hilangnya Meutya siang tadi dari presenter Metro TV Desi Anwar yang datang ke rumahnya untuk memberitahu.Walau tidak ada firafat buruk, namun sejak putrinya ditugaskan di Irak Ny. Meti sehabis salat selalu berdoa dengan diiringin isak tangis guna meminta perlindungan Tuhan agar anaknya dilindungi dan kembali ke Indonesia dengan selamat.Ditambahkan Ny. Meti, ia terakhir menerima telepon dari putrinya tanggal 13 Februari lalu. Waktu itu Meutia menyatakan dirinya dalam keadaan baik-baik saja dan akan berada di Irak sampai 25 Februari untuk meliput acara 10 Muharram di Karbala, Irak."Lama perjalanan dari Aman, Yordania, menuju Karbala memakan waktu hampir 13 jam. Dan dirinya pergi bersama kameramen Budianto dan sopirnya," ujar Ny. Meti mengulangi isi pembicaraan per teleponnya dengan putri bungsunya itu.Dalam pembicaraan per telepon tersebut Ny. Meti berpesan kepada anaknya yang terkecil dari empat bersaudara itu untuk tidak lupa menunaikan ibadah salat dan berdoa. "Meski pun mama juga berdoa di sini, Meutia juga harus berdoa. Dan jangan lupa makan yang baik supaya badan tidak sakit," katanya.Kakak Meutiya, Fini Hafid, yang mendampingi ibunya saat wawancara, menambahkan ia menerima SMS terakhir kali dari adiknya pada 13 Februari pukul 19.06 WIB. Isinya: Teh Fini, Meutia diminta kembali ke Irak, pulang masih lama tanggal 25. Diambil positifnya saja lah. They like my reporting, I guess. Nggak apa-apa, kok. I'll be fine. Mau liputan 10 Muharram.Meutya merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Anak pertama Ny. Meti adalah almarhum Farid Hafid, kemudian Safitri Hafid, dan Fini Hafid Sang ayahnya, Dr. Anwar Habib, sudah meninggal hampir sembilan bulan yang lalu.Menurut Ny. Meti, dalam seminggu Meutia biasanya menelpon ke rumah sampai sampai tiga kali selama berada di Irak sejak 31 Januari lalu. Namun sejak 13 Februari lalu Meutya tidak pernah lagi menelpon ke rumah.
(gtp/)











































