Akibat Tsunami, 6.611 Nelayan Pantai Barat Aceh Meninggal
Jumat, 18 Feb 2005 17:55 WIB
Banda Aceh -
Akibat tsunami yang melanda Aceh, sebanyak 6.611 nelayan dari pantai barat dilaporkan meninggal dunia. Sekitar 5.224 kapal nelayan, 5.124 mesin kapal penangkap ikan dan 11.012 peralatan menangkap ikan dinyatakan hilang dan rusak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 263 miliar. Data tersebut diungkapkan FAO, organisasi PBB yang bergerak di bidang makanan dan pertanian. FAO bersama Departemen Perikanan dan Kelautan melakukan kajian mengenai hal ini pada 24 Januari sampai 2 Februari 2005 lalu. "Kami juga akan melakukan kajian yang sama di wilayah pantai selatan mulai hari ini," ujar Inigo Alvares dari World Food Program mewakili FAO dalam jumpa pers dengan lembaga-lembaga PBB di pendopo gubernur NAD, Jumat (18/2/2005). Tindak lanjut dari hal itu, diungkapkannya, FAO akan menyiapkan dana sekitar US$ 520 juta untuk 7 negara yang dilanda tsunami. "Dan angka ini tentu akan meningkat terus sesuai dengan data-data yang akan kita temukan nanti," lanjut dia. Dia juga menambahkan, dari sekitar 425 ribu pengungsi yang sudah mendapat bantuan sejumlah bahan makanan dari WFP, pada bulan Februari ini, jumlah tersebut akan meningkat menjadi sekitar 500 ribu orang. "Kita terus melakukan konsolidasi agar orang-orang yang mendapat bantuan adalah orang-orang yang tepat sasaran," kata dia. Sementara itu, UNICEF juga telah melakukan penilaian gizi untuk memantau nutrisi di 13 kabupaten yang terkena tsunami. Penilaian ini untuk menentukan seberapa jauh malnutrisi akut antara anak bawah lima tahun dan wanita subur.
(asy/)










































