Salah satu tempat yang bersejarah bagi JK adalah Masjid Raya Bukaka Watampone yang terletak tak jauh dari rumah JK di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Sulawesi Selatan. Di masjid itulah, JK belajar mengaji.
Setelah menjadi Wakil Presiden, Sabtu (6/6/2015) JK dan istrinya Mufidah Jusuf Kalla serta anak dan saudaranya pulang ke kampung halamannya. Di masjid tersebut, ia bertemu sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat.
JK bercerita bahwa sudah banyak perubahan yang di kampung halamannya namun tidak dengan masjid tersebut. Masjid itulah tempatnya pertama kali mengaji dan belajar ilmu agama.
"Mengaji saya pertama kali di sini," kata JK yang mengenakan kemeja bernuansa biru muda.
Mufida sendiri duduk di saf perempuan bersama jemaah wanita lainnya. Ia tampak cantik mengenakan mukena putih di saf paling depan. Setelah itu, JK, Mufidah dan jemaah masjid lainnya langsung melaksanakan salat ashar.
Kesempatan itu juga dijadikan pihak masjid untuk mempresentasikan rencana renovasi masjid tersebut. Sebuah maket rencana pembangunan pun diletakkan di salah satu sudut masjid. Maket itu menunjukkan bentuk masjid yang sudah lebih modern dengan mempertahankan nuansa hijau dari masjid terdahulu. Di awal kedatangnnya, JK dan rombongan sempat melihat maket tersebut dan membicarakan pembangunannya.
Masjid raya ini adalah masjid pertama di Bone dan dibangun sekitar tahun 1944 oleh Raja Bone ke 32 yakni La Mappanyukki Sultan Ibrahim Matinroe ri Gowa. Masjid itu hanya 1 lantai dengan ruangan yang terbuka dan plafon yang tinggi.
Di atas tanah seluas 706 m2, bangunan masjid dibuat menjadi 2 bagian. Bagian utama masjid dan halaman yang kini dijadikan tempat shalat juga. Masjid ini disebut dapat menampung 1450 jemaah. Setelah direnovasi, masjid ini bisa menampung jemaah hingga 2400 orang.
Seperti masjid-masjid dulu di Indonesia, Masjid Raya Bukaka Watampone ini juga memiliki kubah berbentuk limasan. Bangunan utama mesjid sangat sederhana dengan 4 pilar tinggi di tengah ruangan. Sebuah mimbar ditempatkan di depan saf jemaah untuk digunakan imam memimpin salat.
Menurut arsitek yang memimpin renovasi masjid itu, Mursyid Mustafa, bangunan utama beserta kubahnya itu akan tetap dipertahankan. Dengan anggaran Rp 20 miliar, renovasi masjid akan dilakukan di sekitar bangunan utama.
"Mengadaptasi Masjid Nabawi. Kubahnya akan dipertahankan. Dibungkus dengan mesjid besar. Bangunan utama akan kami lestarikan," ucap Mursyid.
Anggaran Rp 20 miliar itu disebut Mursyid dikumpulkan dari donatur utama masjid, sumbangan warga, APBD kabupaten dan atau kabupaten.
"Tapi kami berharapnya dari donatur utama. Mungkin Pak JK akan menyumbang," ucapnya sambil tersenyum.
Belum diketahui berapa sumbangan yang diberikan JK untuk pembanguan masjid tersebut, Namun, JK sempat mengutarakan harapannya agar setelah direnovasi, masjid itu menjadi masjid raya Watampone yang skala wilayahnya lebih besar daripada Bukaka.
(bil/imk)











































