"Walaupun sibuk, Pak Menteri sebagai pembantu presiden terpanggil untuk memberikan perhatian terhadap hilangnya Angeline" ungkap Juru Bicara Menteri PANRB, Herman Suryatman dalam keterangannya, Minggu (7/6/2015).
Herman menuturkan bahwa kedatangan Menteri Yuddy ke rumah Angeline dilakukan di sela acara workshop sinergi kampanye revolusi mental ASN dan reformasi birokrasi, serta pencanangan Zona Integritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Setelah mendapatkan informasi terkait Angeline, Menteri Yuddy meluncur ke rumah orang tuanya untuk menyampaikan simpati.
Menurut Herman, saat itu ibu angkat Angeline baru bersedia menerima Menteri Yuddy apabila didampingi oleh kakak Angeline. Hal itu disampaikan satpam kepada Menteri Yuddy. Setelah dihubungi oleh satpam melalui sambungan telepon, kakak Angeline mengaku tengah di perjalanan menuju lokasi dan meminta Yuddy menunggu 30 menit.
"Karena waktu mepet menjelang sholat Jum'at, Pak Menteri tidak bisa menunggu lama. Beliau langsung meluncur ke Polda" ujar Herman.
Setelah sholat Jum'at di mesjid Polda, Menteri Yuddy memberikan motivasi kepada jajaran kepolisian untuk melakukan akselerasi pencarian dan penyelidikan atas hilangnya Angeline. Meski tidak berhasil menemui keluarga Angeline, Herman mengungkapkan bahwa kedatangan Yuddy tersebut sifatnya tulus.
"Saya berada di samping beliau dan langsung mendengar percakapan satpam via telepon dengan kakaknya Angeline. Jadi sama sekali tidak ada penolakan. Pak menteri tulus, atas nama negara beliau hadir di sana dan kebetulan tengah bertugas di Bali," pungkas Herman.
(imk/imk)











































